MUNA BARAT- Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Muna Barat mengelar kegiatan pelatihan Aplikasi Desa Melawan Covid-19 (e-DMC) dan Human Development Worker (e-HDW) di Kantor Kecamatan Tiworo Tengah, Rabu (12/08/2020).
Kegiatan Pelatihan aplikasi e-DMC ( Desa Melawan Covid-19) dan Elektronik Human Development Work ( e-HDW) dilaksanakan di Region Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat. Kegiatan tersebut di buka oleh Camat Tiworo Tengah La Kiro, SP turut dihadiri oleh 2 orang Tenaga Ahli Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Muna Barat yakni LM Junaim dan La Supuri selaku penanggung jawab aplikasi e-HDW dan e-DMC serta Pendamping Kecamatan Tiworo tengah. Peserta Kegiatan dari unsur Operator Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) se Kecamatan Tiworo Tengah.
Camat Tiworo Tengah, La Kiro mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan pelatijan aplikasi Desa Melawan Covid-19 dan Elektronik Human Development Work. “Ini sangat penting sekali. Saya berharap kegiatan ini dapat membantu pembangunan Desa di Tiworo Tengah,” ujar, La Kiro, Rabu (12/08/2020).
Sementara itu, Tenaga Ahli P3MD selaku penangung jawab e-DMC dan e-HDW Mubar, LM Junaim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Desa pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 13 tahun 2020 tentang Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi Desa Melawan Covid-19 dan Human Development Works. “Tujuan kegiatan ini adalah agar relawan desa melawan Covid-19 dan kader pembangunan manusia dapat memanfaatkan aplikasi e-DMC dan e-HDW untuk melakukan Pendataan secara tepat dan akurat,”ungkapnya.
Lanjut kata Junaim, kegiatan pelatihan ini diharapkan bagi KPM dan operator desa mampu mengoperasikan kedua aplikasi tersebut serta mampu mensosialisasikan kebijakan konvergensi pencegahan stunting kepada masyarakat di desa. Dan memperkenalkan tikar pertumbuhan untuk pengukuran panjang ataupun tinggi badan baduta sebagai alat deteksi dini stunting.
“Mensosialisasikan informasi ancaman covid-19 dengan menggunakan media pada aplikasi e-DMC dan e-HDW, memfasilitasi dan mengadvokasi peningkatan belanja APBDes utamanya yang bersumber dari Dana Desa, untuk digunakan membiayai kegiatan pencegahan stunting berupa layanan intervensi gizi spesifik dan sensitif,”terangnya.
Reporter : Sacriel











