HuKrim

Oknum ASN Terjerat Kasus Pencurian di Duga Pengaruh Narkoba, Bupati Takalar Diminta Perintahkan Tes Urine Secara Massal Tanpa Terkecuali

×

Oknum ASN Terjerat Kasus Pencurian di Duga Pengaruh Narkoba, Bupati Takalar Diminta Perintahkan Tes Urine Secara Massal Tanpa Terkecuali

Sebarkan artikel ini

TAKALAR – Kasus dugaan keterlibatan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Takalar dalam aksi pencurian yang kini berujung penahanan di Polsek Pattalassang menuai sorotan publik. Peristiwa ini semakin menguatkan kekhawatiran masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan obat terlarang di kalangan aparatur pemerintahan.

Ketua LSM Pemantik Kabupaten Takalar, Rahman Suwandi, angkat bicara dan mendesak Pemerintah Kabupaten Takalar untuk mengambil langkah tegas. Ia meminta Bupati Takalar segera melakukan tes urine secara menyeluruh terhadap seluruh ASN tanpa terkecuali di Pemkab Takalar

Click Here

Menurut Rahman, langkah tersebut penting sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas dan kredibilitas aparatur sipil negara. “Ini bukan hanya soal satu oknum, tapi menyangkut citra ASN secara keseluruhan. Harus ada tindakan nyata,” tegasnya.Selasa, 21/04/2026

Ia juga menilai bahwa dugaan keterlibatan oknum ASN dalam tindak kriminal tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa. Jika benar dipicu oleh pengaruh obat terlarang, maka hal ini menjadi ancaman serius bagi kualitas pelayanan publik di Kabupaten Takalar.

Rahman Suwandi menambahkan, tes urine massal dapat menjadi langkah awal untuk mendeteksi sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan ASN. Selain itu, upaya pembinaan dan pengawasan internal juga perlu diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Di sisi lain, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Takalar tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Transparansi dan ketegasan dinilai menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap kinerja ASN.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Takalar terkait desakan tersebut. Namun, publik menanti langkah konkret yang dapat menjamin profesionalisme dan bersihnya aparatur dari pengaruh narkoba maupun tindakan melanggar hukum.(*)