Sekilasindonesia.id ||`PASANGKAYU – Sejak 1 tahun terakhir, Muh Fadli (4) mengidap penyakit tumor dibagian leher sebelah kanan, Fadli salah satu warga Dusun Kapohu, Desa Baras, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar) membutuhkan uluran tangan para Dermawan.
Fadli sempat dirawat di rumah sakit Palu sekitar kurang lebih 2 minggu, dan pihak RSUD Undata Palu menyarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr Wahidin Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Fadli anak kedua dari pasangan Asril (28) dengan Sulfia (25), dimana keseharian bapaknya hanya sebagai buruh sawit (pemanen), sedangkan tempat tinggal mereka di tengah-tengah kebun sawit dan saat ini numpang dirumah neneknya di wilayah Kecamatan Baras.
Sulfia ibu kandung Fadli mengatakan, awalnya kita menganggap hanya benjolan biasa yang terdapat dibagian leher Fadli, tapi ternyata perlahan membesar dan akhirnya saya membawahnya ke Puskemas terdekat untuk berobat, dari situ anak saya di rujuk ke rumah sakit Bhyangkara Palu.
“Dari Bhyangkara Palu ke rumah sakit Budi Agung Palu, terakhir di RSUD Undata Palu katanya anak saya kena Tumor ganas, sehingga disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr Wahidin Makassar, karena (RSUD Undata Palu-red) tidak mempunyai alat Kemoterapi (Kemo) sebagai metode pengobatan kanker,” ucapnya melalui handphone selulernya, Rabu (27/7/2022).
Lebih lanjut disampaikan, ke-3 rumah sakit Palu tersebut, Fadli sempat dirawat disana kurang lebih 2 bulan. Sebelum berangkat ke RSUD Dr Wahidin, saya kumpulkan dulu dana untuk biaya obat dan ongkos tranportasi, setelah uang sudah terkumpul 9 juta baru kami ke Makassar.
Setibanya di RSUD Dr Wahidin Makassar, Fadli hanya di periksa saja tapi tidak menginap, kata pihaknya belum ada kamar yang kosong (full), jadi saya bersama keluarga tinggal di kos-kosan selama 1 bulan lebih, sambil menunggu telpon dari mereka. Setelah sekian hari di Makassar, kita belum juga di kabari, dan uang sebanyak 9 juta sudah menipis, maka kami kembali pulang ke Desa Baras.
“Kami membawa Fadli ke rumah sakit dengan menghandalkan BPJS, tapi ternyata kita tidak mendapat pelayanan yang baik dari pihak RSUD Dr Wahidin Makassar, alasannya belum ada kamar kosong,” keluh Sulfia.
Sulfia juga berharap, semoga ada seorang dermawan yang mau membantu biaya pengobatan anak kami yang menderita tumor ganas dibagian leher sebelah kanan.
“Kami belum mendapat perhatian pemerintah, baik itu pemerintah setempat atau pemerintah Kabupaten, jadi saya sangat berharap, semoga ada yang terketuk hatinya memberikan bantuan biaya operasi ke anak saya,” ucapnya. (Roy Mustari)











