MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah yakin bahwa Indonesia adalah negara yang akan cepat pulih dari resesi dunia. Pertumbuhan ekonomi SulSel di kuartal ketiga 8,18 persen.
Dan Makassar akan mampu memulihkan ekonomi yang sempat melemah akibat pandemi Covid-19. Olehnya itu, meminta agar Pemerintah Kota Makassar serius dalam mengembangkan potensi yang ada.
Dalam kondisi Pandemi COVID-19, beberapa program strategis nasional bisa diselesaikan, termasuk jalan layang, dan juga bandara baru (Sultan Hasanuddin) akan selesai dan akan semakin memperbesar kapasitas penumpang.
“Jujur saja Makassar adalah etalase timur Indonesia dan Ibukota Provinsi SulSel. Tentu akan memfokuskan perhatian kita ke Kota Makassar. Karena memang ukuran timur ini adalah Makassar, sebagai hub,” Katanya Nurdin Abdullah pada HUT ke-413 Kota Makassar di Kantor DPRD Kota Makassar, Sabtu, (14/11/20).
SulSel menjadi sorotan publik, karena potensi dari semua aspek dimiliki. Dukungan ini juga datang dari Kota Makassar.
“Dampak positifnya adalah kota Makassar. Kota Makassar hidup dari MICE, pertemuan nasional, regional dan internasional merupakan kunci untuk meningkatkan pundi-pundi pendapatan. Oleh karena itu. Saya sangat berharap bahwa ke depan Kota Makassar menjadi kota yang nyaman dan asri, indah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Sementara, Penjabat Walikota Makassar Rudy Djamaluddin mengungkap sejarah kejayaan Makassar yang tersohor karena pariwisatanya. Tanah Makassar terkenal dengan perputaran ekonomi yang kuat dengan sinergitas semua pihak juga para investornya.
Rudy optimis Makassar yang didirikan sejak 9 Oktober 1607, bisa kembali berjaya dan kembali bangkit ditengah Pandemi COVID-19. Menyusul sinergi yang kuat antara seluruh elemen, baik legislatif, termasuk Pemerintah Provinsi SulSel.
“Alhamdulillah, berkat sinergi yang erat Maksssar mampu keluar dari zona merah dan terus melakukan upaya pengendalian COVID-19 hingga saat ini. Kita tidak ingin lambat-lambat dalam memulihkan ekonomi, makanya kita bangun program prioritas yang strategi dan tepat sasaran,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Rudy menyampaikan terima kasih kepada legislatif yang telah menganggarkan pelebaran jalan Metro Tanjung Bunga sebagai ikon baru yang akan membawa multiplier effect yang tinggi terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Selain itu, Rudy juga berterima kasih kepada Gubernur SulSel yang telah menginisiasi lahirnya ikon baru di Kota Makassar, seperti pembangunan Kawasan Kuliner Lego-lego di CPI (Center Point of Indonesia).
“Kami juga berterima kasih atas
prakarsa Bapak Gubernur, yang akan menghadirkan Twin Tower di kawasan CPI yang nantinya akan menciptakan paradigma baru hubungan eksekutif dan legislatif menjadi sinergi yang lebih kuat. Kita juga akan melakukan penataan zona kawasan wisata, revitalisasi taman dan pedesterian, termasuk perbaikan sistem lalu lintas sebagai program prioritas. Termasuk pembenahan sistem kebersihan, menghadirkan mobil compactor yang berfungsi sebagai pengangkut sampah yang lebih efisien,” urai dia.
Lanjutnya, infrastruktur pendukung segera dibangun, seperti pasar modern, gedung parkir dan penataan jalan. Termasuk bus wisata gratis di Kota Makassar yang akan menambah Daya Tarik Wisata (DTW) bagi pengunjung yang ingin menikmati Kota Makassar.
Disebutkan sejumlah upaya dalam menggerakkan sektor riil, seperti kerajinan tangan serta ribuan produk-produk UMKM yang akan dimunculkan sebagai produk unggulan. Demikian pula kerajinan perak di Borong dan kerajinan emas di Tallo.
Dengan mengusung tema adaptasi baru menuju gerbang investasi dan pariwisata, langkah strategis serta program terarah dan terukur senantiasa disinergikan bersama Pemerintah Provinsi SulSel.
Di akhir acara peringatan ulang tahun Kota Makassar sekaligus juga diserahkan secara simbolis bantuan dari Kementerian Kesehatan RI yang diwakili oleh anggota DPR RI, Aliyah Mustika Ilham. Diserahkan kepada Pj Walikota Makassar berupa ventilator sebagai upaya pemberantasan virus COVID-19 di Kota Makassar.
Reporter : Firman.











