MAROS – Biomassa daun mangrove yang selama ini hanya menjadi serasah alami di kawasan pesisir Desa Ampekale kini mulai dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Inovasi tersebut diperkenalkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dilaksanakan bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Binanga Sangkara II di Dusun Binanga Sangkara, Desa Ampekale, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini bertujuan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdi yang diketuai Amal, S.Pi., M.Si., Ph.D., dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar, bersama Indriyani, S.Pi., M.Biotech.Stu., Ph.D., dari Fakultas Teknik dan Fitri Handayani, M.Pd., dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai anggota. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar, yaitu Muhammad Fahri, Aisyah Aulia Savitri, dan Jaisyul Uzrah.
Kegiatan yang berjudul “Pemberdayaan Masyarakat melalui Diseminasi Tata Kelola Ekosistem Mangrove Berbasis Ecopreneurship dengan Pemanfaatan Biomassa Mangrove menjadi Pupuk Organik Cair” ini dilaksanakan melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bidang fokus Kemaritiman dan memperoleh pendanaan PNBP Diseminasi Hasil Penelitian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar Tahun Anggaran 2026. Program ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Desember 2026.
Program ini merupakan bentuk hilirisasi hasil penelitian mengenai tata kelola ekosistem mangrove berbasis ecopreneurship yang dikembangkan untuk mendorong pemanfaatan biomassa mangrove secara produktif tanpa mengabaikan fungsi ekologisnya. Di Desa Ampekale, biomassa daun mangrove yang gugur selama ini hanya mengalami dekomposisi alami, padahal dapat diolah lebih lanjut sebagai bahan baku pupuk organik cair.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan diseminasi hasil penelitian kepada anggota KUB Binanga Sangkara II. Pada tahap ini, tim pengabdi memperkenalkan potensi biomassa mangrove sebagai sumber bahan baku pupuk organik. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai teknik pengolahan biomassa mangrove menjadi pupuk organik cair.
Setelah kegiatan sosialisasi, tim melaksanakan pelatihan dan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair menggunakan komposter yang telah disediakan. Bahan yang digunakan meliputi biomassa daun mangrove yang telah dicacah, EM4 sebagai bioaktivator fermentasi, molase sebagai sumber nutrisi mikroorganisme, dan air. Peserta terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari pencampuran bahan hingga proses fermentasi sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah diperkenalkan oleh tim pengabdi.
Sebagai bagian dari pendampingan, tim pengabdi melakukan monitoring terhadap proses fermentasi yang berlangsung. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap disertai aroma khas fermentasi. Indikator tersebut menunjukkan bahwa proses pengolahan biomassa mangrove menjadi pupuk organik cair berjalan dengan baik sesuai prosedur yang telah diterapkan. Selain pendampingan teknis, tim juga memberikan penguatan kelembagaan kelompok melalui penyusunan konsep branding dan desain label kemasan produk.
Ketua Tim Pengabdian, Amal, S.Pi., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Plt. Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., serta kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) atas dukungan serta pendanaan yang diberikan. Lebih lanjut disampaikan, bahwa pemanfaatan biomassa mangrove menjadi pupuk organik cair diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis kepada masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal secara produktif. Anggota KUB Binanga Sangkara II diharapkan dapat memahami dan mempraktikkan proses pembuatan pupuk organik cair secara mandiri sehingga keterampilan tersebut dapat terus dikembangkan sesuai potensi kelompok.
Ketua KUB Binanga Sangkara II, Rusman, menyampaikan terima kasih kepada Universitas Negeri Makassar atas pendampingan yang telah diberikan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok dalam mengembangkan potensi lokal pesisir.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan mendukung IKU 2 tentang pengalaman mahasiswa di luar kampus, sementara keterlibatan dosen dalam pendampingan masyarakat sejalan dengan IKU 3 tentang kegiatan dosen di luar kampus. Penerapan hasil penelitian dalam pengolahan biomassa mangrove menjadi pupuk organik cair juga mendukung IKU 5 tentang pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat. Selain itu, kerja sama dengan KUB Binanga Sangkara II mendukung IKU 6 tentang kerja sama program studi dengan mitra.
Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Lautan). Kegiatan ini juga mempercepat pencapaian Asta Cita Pembangunan Nasional, yaitu penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, pengembangan ekonomi hijau dan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan pesisir masyarakat desa dan pesisir, serta penguatan ketahanan lingkungan melalui pengelolaan ekosistem mangrove. Selain itu, kegiatan ini mendukung Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), khususnya pada bidang fokus pangan, kemaritiman, dan lingkungan hidup melalui pemanfaatan biomassa mangrove sebagai bahan baku pupuk organik dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Makassar terus mendorong pemanfaatan hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pemanfaatan biomassa mangrove menjadi pupuk organik cair diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan ekonomi hijau berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung upaya pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.











