Sekilasindonesia.id TANGERANG, BANTEN — Pelaksanaan pekerjaan peningkatan Jalan Cangkudu–Cisoka, Kabupaten Tangerang, mendapat sorotan dari Aliansi Peduli Banten.
Sorotan tersebut disampaikan setelah pihaknya melakukan pemantauan lapangan dan menelaah dokumentasi video yang memperlihatkan tahapan pekerjaan jalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Dalam rekaman yang diterima Aliansi Peduli Banten, terlihat sejumlah bagian badan jalan masih dalam proses pekerjaan.
Permukaan dasar pada beberapa titik tampak tidak merata, sementara material dasar terlihat bercampur tanah dan terdapat genangan air di sekitar area pekerjaan.
Kondisi tersebut, menurut Aliansi Peduli Banten, belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran spesifikasi teknis.
Namun, temuan visual tersebut dinilai cukup menjadi alasan untuk dilakukan pemeriksaan teknis secara terbuka.
Perwakilan Aliansi Peduli Banten mengatakan pihaknya tidak ingin membuat tuduhan tanpa dasar.
Mereka hanya meminta agar pelaksanaan pekerjaan dapat dibuktikan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Yang kami soroti bukan untuk menuduh pihak tertentu, kami hanya mempertanyakan apakah proses pekerjaan di lapangan benar-benar sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan kontrak.
“Kalau memang sudah sesuai, silakan dibuktikan melalui dokumen dan pemeriksaan teknis,” kata perwakilan Aliansi Peduli Banten, Rabu (26/8/2026).
Dasar Coran Jadi Perhatian salah satu bagian yang menjadi perhatian Aliansi Peduli Banten adalah kondisi lapisan dasar sebelum pekerjaan beton dilakukan.
Dalam dokumentasi video yang ditelaah, terdapat permukaan yang tampak berlumpur, tidak rata, serta genangan air di sekitar area pekerjaan.
Kondisi tersebut dinilai perlu diklarifikasi oleh pelaksana pekerjaan maupun konsultan pengawas.
Aliansi mempertanyakan sejumlah aspek teknis, mulai dari pemadatan tanah dasar, ketebalan lapisan pondasi, kesesuaian material, pengujian kepadatan, hingga kesiapan permukaan sebelum dilakukan pengecoran.
Selain itu, pihaknya meminta kejelasan mengenai dokumentasi hasil pengujian mutu pekerjaan serta kesesuaian pelaksanaan di lapangan dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis dalam kontrak.
Aliansi menegaskan, kualitas pekerjaan tidak dapat dinilai hanya berdasarkan tampilan visual.
Pemeriksaan teknis, dokumen proyek, serta hasil pengujian laboratorium apabila diperlukan menjadi dasar penting untuk memastikan mutu pekerjaan.
Minta Dokumen Proyek Dibuka
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, Aliansi Peduli Banten meminta instansi terkait memberikan penjelasan dan membuka sejumlah dokumen proyek yang relevan.
Dokumen tersebut antara lain kontrak pekerjaan, Rencana Umum Pengadaan (RUP), Harga Perkiraan Sendiri (HPS), Bill of Quantity (BOQ), spesifikasi teknis, gambar kerja, metode pelaksanaan, jadwal pekerjaan, dokumen pengawasan, hasil uji kepadatan material, hasil uji mutu beton, berita acara pemeriksaan pekerjaan, dokumentasi progres, dokumen pembayaran atau termin, serta identitas pelaksana dan konsultan pengawas.
Menurut Aliansi, dokumen tersebut diperlukan untuk membandingkan ketentuan yang tercantum dalam kontrak dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya dilaksanakan di lapangan.
Jangan Sampai Kualitas Dikorbankan
Aliansi Peduli Banten mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menggunakan anggaran publik.
Karena itu, kualitas dan ketahanan konstruksi harus menjadi perhatian utama.
Jalan yang baru selesai dibangun, menurut mereka, tidak cukup hanya terlihat baik secara visual.
Konstruksinya juga harus memenuhi standar teknis agar mampu bertahan sesuai umur rencana.
Apabila pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian antara pelaksanaan dengan spesifikasi kontrak, Aliansi meminta agar dilakukan tindakan korektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh tahapan pekerjaan telah memenuhi spesifikasi, pihak pelaksana juga dinilai harus diberikan ruang untuk memberikan penjelasan dan membuktikannya secara teknis.
Akan Kawal hingga Pekerjaan Selesai
Aliansi Peduli Banten menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap pekerjaan Jalan Cangkudu–Cisoka hingga proyek tersebut selesai dan kualitasnya dapat dipastikan.
Pihaknya juga membuka kemungkinan melakukan audiensi dengan dinas terkait, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, pelaksana pekerjaan, Inspektorat, maupun pihak berwenang lainnya untuk memperoleh penjelasan secara langsung.
Prinsip kami sederhana : uang rakyat harus menghasilkan infrastruktur yang berkualitas kalau pekerjaan sudah sesuai, mari kita buktikan bersama.
“Kalau ditemukan ketidaksesuaian, harus segera diperbaiki dan ditindaklanjuti sesuai aturan,” tegasnya.
Bagindo Yakub.











