SOPPENG – Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Desa Binaan yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025. Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) yang berkolaborasi dengan Universitas Lamappapoleonro di Desa Congko, Kabupaten Soppeng. Kegiatan tersebut berfokus pada pendampingan optimalisasi produksi dodol berbahan dasar jagung sebagai salah satu bentuk diversifikasi olahan pangan lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.
Kegiatan pengabdian diketuai oleh Prof. Drs. Ir. H. A. Sukri Nyompa, S.H., M.Si., Ph.D. bersama tim dosen dari Universitas Negeri Makassar dan Universitas Lamappapoleonro. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk olahan berbasis jagung sehingga tidak hanya mengandalkan penjualan hasil panen dalam bentuk mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk pangan inovatif yang memiliki daya saing, nilai jual, dan peluang pasar yang lebih luas.
Selama kegiatan, tim pengabdian memberikan pendampingan secara langsung mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi resep, teknik pengolahan dodol jagung, hingga proses pengemasan produk agar lebih menarik dan layak dipasarkan. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai penerapan sanitasi produksi, pengendalian mutu, serta pentingnya menjaga kualitas produk sebagai langkah awal dalam membangun usaha pangan berbasis potensi lokal.
Ketua tim pengabdian, Prof. Drs. Ir. H. A. Sukri Nyompa, S.H., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilaksanakan di Desa Congko sejak tahun 2024. Menurutnya, pengembangan produk olahan jagung dilakukan secara bertahap agar masyarakat memiliki kemampuan mengolah komoditas lokal menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi.
“Program pemberdayaan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah kami laksanakan pada tahun 2024 dan 2025. Pada tahap sebelumnya, masyarakat telah kami dampingi dalam mengolah jagung menjadi produk popcorn yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan menjual jagung dalam bentuk mentah. Tahun ini kami menghadirkan inovasi baru melalui diversifikasi olahan jagung menjadi dodol. Harapannya, masyarakat tidak hanya memiliki satu produk unggulan, tetapi mampu mengembangkan berbagai produk olahan berbasis jagung yang memiliki daya saing, memperluas peluang pasar, serta meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Sukri Nyompa.
Beliau menambahkan bahwa keberlanjutan Program Pemberdayaan Desa Binaan tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengembangkan inovasi secara mandiri. Oleh karena itu, pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada aspek teknis produksi, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga kualitas produk, membangun identitas atau merek produk, serta mempersiapkan produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Antusiasme masyarakat Desa Congko terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan praktik pembuatan dodol jagung, mulai dari proses pencampuran bahan, pengolahan adonan, hingga teknik pengemasan produk. Suasana diskusi yang interaktif juga menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk terus mengembangkan inovasi olahan jagung sebagai salah satu produk unggulan desa.
Melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Makassar dan Universitas Lamappapoleonro, program ini diharapkan mampu memperkuat hilirisasi komoditas jagung di tingkat desa melalui diversifikasi produk pangan yang inovatif. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat ekonomi lokal, serta mewujudkan Desa Congko sebagai desa binaan yang mandiri dan berdaya saing melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Tim pengabdian menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan yang diberikan sehingga pelaksanaan Program Pemberdayaan Desa Binaan ini dapat terlaksana dengan baik. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan pendampingan dan pengembangan potensi masyarakat Desa Congko melalui pemanfaatan komoditas lokal yang memiliki nilai ekonomi.











