Sekilasindonesia.id ||JENEPONTO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto yang daerah berjuluk “Butta Turatea” itu terlihat dari upaya masif dalam mendorong Perangkat Daerah dan Desa/Kel dalam memaksimalkan Anggaran penanganan dan penurunan Stunting melalui berbagai kegiatan.
Kali Ini lewat panggung inovasi pencegahan Stunting (PIPS) perdana berhasil dilakukan, selanjutnya Dandim 1425/JP bersama stakeholders bidik pelaksanaan PIPS untuk yang kedua kalinya.
Hal itu disampaikan oleh Kabag Protpim Mustaufiq, Ia sampaikan, bahwa Stunting atau kerdil merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan.
Sebagai salah satu daerah dengan populasi penduduk yang besar di Sulawesi selatan, kabupaten Jeneponto menempatkan stunting sebagai persoalan krusial.
“Sejak beberapa dekade terakhir, ragam upaya dan program telah dilakukan untuk memecah persoalan tersebut,” ucapnya lewat pesan Rilis, Rabu (23/11/2022).
Kabupaten Jeneponto setelah ditetapkan sebagai salah satu lokus penanganan Stunting bersama sepuluh daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) lainnya, terus mendorong banyak pihak untuk mengambil bagian dalam upaya kolaborasi dan akselerasi.
Selain itu, Kini Jajaran KODIM di seluruh Indonesia setelah di daulat menjadi bapak Asuh Anak Stunting di wilayah masing masing terus bergerak dinamis dan simultan.
“Komandan KODIM Kabupaten Jeneponto, Letkol Agus Tarra, S.Ag sejak ditetapkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting kabupaten Jeneponto, terus melakukan upaya-upaya preventif sampai ke pelosok,” katanya.
Hal ini dikemukakan, Salah satu program Aksi yang dilakukannya adalah dengan mengunjungi keluarga beresiko Stunting maupun keluarga Anak Stunting untuk dilakukan upaya edukasi sekaligus membagikan bahan makanan dan kebutuhan Gizi lainnya.
Ia pun berharap, Komandan yang dikenal Humble dan dekat dengan masyarakat itu meminta Babinsa disetiap desa/kelurahan Untuk terus melakukan upaya monitoring, edukasi dan peduli membantu keluarga yang membutuhkan dengan menggandeng kerjasama lintas sektor diwilayah kerja masing-masing.
Salah satu upaya yang terbilang prestisius dari Dandim Agus Tanra adalah dengan pencanangan 5 pesan komandan cegah STUNTING di kabupaten Jeneponto yang di launching saat peringatan HUT TNI ke 77 di hadapan Bupati Iksan Iskandar dan seluruh peserta upacara
“Saat ini lima pesan komandan telah terinternalisasi hampir disemua Puskesmas desa/Kelurahan, dengan harapan 5 pesan Komandan dapat menjadi pemicu upaya simultan dan sinergi semua pihak dalam upaya pencegahan Stunting,” ungkapnya.
Sebagai perwujudan upaya pencegahan dan penanganan di desa/Kelurahan, Dandim 1425/JP Bersama lembaga Pattiro Jeka untuk pertama kalinya telah menyelenggarakan kegiatan Panggung inovasi pencegahan Stunting (PIPS) Jeneponto tahun 2022.
Hal itu dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk menghadirkan gagasan inovatif dan kerja cerdas terukur disetiap Desa/Kelurahan dalam upaya pencegahan Stunting.
Masa kata Mustaufiq itu, Pada kegiatan Panggung inovasi pencegahan Stunting (PIPS) berlangsung di aula Makodim Jeneponto itu, sebanyak 19 desa/ kelurahan mendaftar secara mandiri didampingi Puskesmas masing masing Sebagai mentor.
Apalagi dalam pelaksanaannya PIPS juga bersinergi dan kaloborasi dengan berbagai pihak seperti Dinas kesehatan sebagai pendukung utama, PERSIT Kartika Candra Kirana KODIM JP, BAZNAS, P3MD, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, KPI Jeneponto, PMD, asosiasi BPD dan BKKBN.
PIPS tahun 2022 mengangkat tema _”bersama komandan kita hadirkan sinergi wujudkan Jeneponto Zero Stunting”_ diharapkan semua pihak bersatu padu dalam upaya pencegahan Stunting di kabupaten Jeneponto,
Melihat pelaksanaan PIPS yang pertama sukses, Kodim 1425/Jp Bersama lembaga Pattiro Jeka kembali merencanakan pelaksanaan PIPS vol. 2 tahun 2023 dengan momentum hari jadi Jeneponto ke 160 tahun 2023
Dengan PIPS ke 2, Diharapkan lahir upaya berkesinambungan dan Inovasi yang lebih fundamental dari semua pihak khususnya Desa/Kelurahan sehingga akar persoalan Stunting dapat benar-benar di tuntaskan.
Sebagai bentuk sinergi, DANDIM Jeneponto Letkol Agus Tanra, S.Ag Bersama Direktur Pattiro Jeka mengagendakan rapat koordinasi Untuk merumuskan formula yang tepat dalam membangun sinergi dengan semua pihak.
“Termasuk metode pelaksanaannya, Sehingga diharapkan lebih baik dari pelaksanaan PIPS yang pertama, semoga dengan adanya upaya sungguh sungguh ini dapat mewujudkan Jeneponto Zero Stunting di Tahun tahun mendatang,” pungkas Plt Kadis Kominfo itu.(*)
Penulis: Firmansyah











