Sekilasindonesia.id ||MAKASSAR – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Gerakan dan Gebyar Bangga G20 melalui Flash Mob dan Senam Serentak guna mempromosikan KTT G20, Jumat (11/11/22). Kemarin.
Bertempat dihalaman Kantor BKKBN Sulsel, dihadiri sekitar 120 orang pegawai BKKBN Sulsel, Penyuluh KB, Forum Genre Sulsel, dan Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Sulawesi Selatan. Turut hadir Direktur Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga, Wahidah P., S.Sos, M.Si.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, mengatakan Flash Mob dan Senam Serentak G20 diikuti oleh 34 provinsi se-Indonesia secara daring bersama Kepala BKKBN, Dr. (H.C.), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) langsung dari BKKBN Pusat di Jakarta.
“Gerakan dan Gebyar Bangga G20 ini, mengusung tema Keluarga Indonesia Bangga Menjadi Bagian G20, hal ini sesuai fokus kerja BKKBN yakni pembangunan keluarga dan keluarga berencana” ujar Andi Rita lewat pesan Rilisnya.
“Kita berharap momentum KTT G20 menjadi penyemangat bersama untuk bangkit dan kuat bersama Pasca Pandemi Covid-19 sesuai dengan tema besar KTT G20 yakni Recover Together Recover Stronger atau bangkit bersama bangkit lebih kuat” tutur Andi Rita.
Ia pun menambahkan, Perwakilan BKKBN Sulsel sebagai salah satu lembaga pemerintahan non kementerian yang diminta menyosialisasikan KTT G20, dimana berdasarkan hasil survey hanya 24 persen masyarakat yang mengetahui terkait Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20.
“Untuk mempromosikan KTT G20, BKKBN dipercaya karena dipandang memiliki kekuatan komunikasi yang besar dan luas baik lewat tenaga lini lapangan yaitu penyuluh KB juga Forum Genre” kata dia.
Lanjut, untuk menggelorakannya berbagai upaya kita lakukan seperti Flash Mob dan Senam G20 seperti hari ini, selain itu penyebaran informasi juga kita lakukan melalui spanduk dan berbagai konten-konten di media sosial, twibon dengan menyasar keluarga-keluarga Indonesia.
Andi rita brharap momentum KTT G20 ini juga menjadi penyemangat BKKBN dalam mendorong Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia, dimana BKKBN memiliki peran strategis dalam mencegah lahirnya Stunting baru lewat promosi, edukasi serta pendampingan kepada keluarga dengan menyasar 4 kelompok sasaran yaitu remaja sebagai calaon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan bayi dibawah dua tahun.
“Stunting adalah ancaman bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia, dimana angka Stunting di Indonesia terbilang masih tinggi yaitu 24,4 persen, khusus di Sulawesi Selatan masih diatas nasional yaitu 27,4 persen. Lewat momentum KTT G20 ini menjadi penyemangat kita bersama menurunkan angka stunting dengan target 14 persen di tahun 2024” tutupnya.
Penulis : Firmansyah











