BANGKA SELATAN – Praktik Mafia Tanah di Kota Toboali menjadi Perbincangan hangat baru-baru ini, pasalnya Salah satu oknum Pegawai Honorer BPN Kabupaten Bangka Selatan di Duga kuat telah memalsukan Sertifikat Tanah milik suli warga Desa Rias.
Hal ini di akui oleh Suli, bahwa dirinya merasa telah di tipu oleh seseorang ber inisial O yang bekerja di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bangka Selatan, dimana Sertifikat tanah yang lama miliknya telah berubah menjadi Baru.
Suli pun sempat mempertanyakan kepada oknum tersebut, namun oknum tersebut enggan memberi jawaban bahkan saat di hubungi pun nomornya sudah tidak aktif lagi.
“Oknum ini Gak mau menjawab saat saya Mempertanyakan Kenapa Sertifikat yang lama berubah menjadi baru, bahkan saat saya hubungi kembali nomor HP nya sudah tidak aktif lagi,” Ujar Suli Kepada Sekilasindonesia.id
Suli juga menambahkan, jika dirinya sudah melaporkan hal ini ke kantor BPN Bangka Selatan untuk memastikan keaslian sertifikat tersebut, dan saat ini masalah tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.
“Kami hanya berharap sertifikat yang asli di kembalikan itu saja, untuk saat ini kami masih menunggu proses dan perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian (Polres Basel),” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Basel, Agung Basuki mengatakan Pihaknya sudah menyerahkan kasus ini ke pihak polres Basel untuk segera ditindaklanjuti.
“dia itu oknum honorer di BPN, untuk sementara ini sudah kita lakukan pemutusan hubungan kerja, kasus ini sudah kami serahkan ke kepolisian untuk segera di tindaklanjuti, karena ini sudah merugikan BPN,” ujarnya, Sabtu (22/10/2022).
Agung menambahkan, Jika masyarakat yang ingin mengetahui tentang sertifikat tanah yang asli atau palsu silahkan datang langsung ke kantor BPN Bangka Selatan.
“Kalo secara fisik emang agak susah membedakan antara yang asli dan yang palsu, kalo sertifikat yang asli itu memiliki salinan buku tanah yang tersimpan di BPN, jika masyarakat mau mengetahui ke asliannya bisa langsung ke kantor BPN,” Pungkasnya. (Riki)











