Pendidikan

Dosen UNM Terapkan Teknologi Pemetaan Drone Untuk Ekosistem Mangrove Demi Peningkatan Kualitas Pembelajaran Georgafi Di Sekolah

×

Dosen UNM Terapkan Teknologi Pemetaan Drone Untuk Ekosistem Mangrove Demi Peningkatan Kualitas Pembelajaran Georgafi Di Sekolah

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan program inovasi pembelajaran geografi berbasis teknologi drone di SMAN 6 Kota Makassar. Tim pengabdi terdiri atas Muhammad Faisal Juanda, S.Si., M.Pd. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) selaku ketua tim, bersama Nurul Afdal Haris, S.Si., M.Sc. dari FMIPA dan Aulia Rahmah, S.ST., M.T. dari Fakultas Teknik sebagai anggota. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Geografi, Jurusan Geografi FMIPA UNM, yakni Wangi Suci Ananda dan Fathulrahman. Adapun mitra kegiatan adalah SMAN 6 Kota Makassar yang beralamat di Jalan Prof. Dr. Ir. Sutami No. 4, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran Geografi melalui pemanfaatan teknologi pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) sebagai media pembelajaran berbasis proyek.

Kegiatan ini berjudul Geodrone Project: Inovasi Pembelajaran Geografi Berbasis Proyek Menggunakan Drone Untuk Pengamatan Ekosistem Mangrove Dalam Mendukung Peningkatan Kualitas Pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan Bulan Mei hingga Desember 2026. Program pengabdian ini didanai melalui Pendanaan PNBP Pusat Skema Kompetitif Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Negeri Makassar (LP2M UNM) Tahun 2026. Sebagai bentuk dukungan terhadap pembelajaran berbasis teknologi, tim pengabdi menyerahkan satu unit Drone DJI Mini 4K kepada SMAN 6 Kota Makassar. Drone tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk pengambilan foto udara, pemetaan wilayah, dokumentasi video sinematik, serta pengenalan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Melalui perangkat ini, guru dan siswa akan melaksanakan pembelajaran berbasis proyek dengan objek kajian berupa monitoring ekosistem mangrove Lantebung, Kota Makassar, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar langsung dalam mengamati kondisi lingkungan pesisir menggunakan teknologi geospasial modern.

Click Here
Praktek Di Kawasan Mangrove

Drone DJI Mini 4K merupakan salah satu UAV berukuran ringkas dengan bobot kurang dari 249 gram sehingga mudah dioperasikan untuk kegiatan pendidikan dan penelitian. Drone ini mampu merekam video beresolusi 4K Ultra HD dan menghasilkan foto berkualitas tinggi yang sangat mendukung proses pemetaan udara. Dilengkapi gimbal mekanis tiga sumbu (3-axis gimbal), kamera mampu menghasilkan gambar yang stabil meskipun diterbangkan pada kondisi angin ringan. Drone ini memiliki waktu terbang hingga sekitar 31 menit, jangkauan transmisi video digital yang andal, fitur Return to Home (RTH) otomatis, sistem GPS, GLONASS, serta berbagai mode penerbangan cerdas yang memudahkan pengguna pemula maupun tingkat lanjut. Dengan spesifikasi tersebut, DJI Mini 4K menjadi media pembelajaran yang ideal untuk mengenalkan konsep fotogrametri, penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis, serta pemetaan lingkungan kepada guru dan siswa.

Selama kegiatan berlangsung, tim pengabdi memberikan berbagai materi yang disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan dasar teknologi drone, komponen dan fungsi UAV, aturan keselamatan penerbangan, hingga praktik pengoperasian drone sesuai prosedur yang benar. Peserta juga memperoleh pelatihan mengenai teknik dasar lepas landas (take-off), manuver penerbangan, pengambilan foto udara, serta perekaman video untuk kebutuhan dokumentasi dan pemetaan. Selain itu, tim memberikan materi mengenai ekosistem mangrove yang mencakup fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung pantai dari abrasi, habitat berbagai biota pesisir, penyerap karbon (blue carbon), serta perannya dalam mitigasi perubahan iklim. Seluruh materi kemudian diintegrasikan dalam pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), di mana guru dan siswa melakukan observasi lapangan, pengambilan data menggunakan drone, hingga interpretasi hasil pemetaan sebagai bagian dari proses pembelajaran Geografi yang kontekstual dan berbasis teknologi.

Kepala SMAN 6 Kota Makassar bersama guru mata pelajaran Geografi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Negeri Makassar atas pelaksanaan program pengabdian tersebut. Bantuan berupa media pembelajaran drone dinilai memberikan nilai tambah bagi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran Geografi yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Kehadiran drone sebagai media pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan minat belajar siswa, memperkuat literasi geospasial, serta memberikan pengalaman nyata dalam memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis dan penginderaan jauh melalui kegiatan berbasis proyek di lapangan.

Ketua Tim Pengabdian, Muhammad Faisal Juanda, S.Si., M.Pd., berharap agar bantuan drone yang telah diserahkan dapat dirawat dengan baik serta dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Menurutnya, keberlanjutan pemanfaatan teknologi ini sangat penting agar guru dan siswa terus mengembangkan kompetensi di bidang geospasial yang semakin dibutuhkan pada era digital. Ia juga berharap sinergi antara Universitas Negeri Makassar dengan SMAN 6 Kota Makassar dapat terus terjalin melalui berbagai program pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat pada masa mendatang.

Kegiatan pengabdian ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 3 tentang dosen berkegiatan di luar kampus melalui peran dosen sebagai fasilitator, narasumber, dan pendamping dalam pelatihan pemanfaatan drone untuk monitoring ekosistem mangrove bagi guru dan siswa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung IKU 5, yaitu hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat, melalui penerapan hasil penelitian di bidang penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis, dan ekosistem mangrove ke dalam pembelajaran Geografi berbasis proyek di tingkat sekolah menengah.

Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan teknologi drone, Sistem Informasi Geografis, dan pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi geospasial siswa. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 14 (Ekosistem Laut) dengan menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya konservasi ekosistem mangrove, pemantauan wilayah pesisir, serta pemanfaatan teknologi pemetaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, kegiatan ini juga mendukung implementasi Asta Cita ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan. Integrasi teknologi UAV, penginderaan jauh, dan Sistem Informasi Geografis dalam pembelajaran Geografi diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam bidang sains dan teknologi geospasial, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, Universitas Negeri Makassar terus berkomitmen menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan drone sebagai media pembelajaran tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan literasi digital yang menjadi kompetensi penting pada abad ke-21. Diharapkan program ini menjadi model pembelajaran Geografi berbasis teknologi yang dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian ekosistem mangrove dan wilayah pesisir Indonesia.