Sekilas Indonesia, Maros – Polres Maros melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) terus mendorong peningkatan literasi teknologi di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Edukasi Paham Artificial Intelligence (AI) yang menyasar pelajar tingkat SMA/SMK sederajat.
Kegiatan edukasi dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026), bertempat di SMA DDI Alliritengae, Kabupaten Maros. Kegiatan tersebut diikuti para pelajar sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman mengenai perkembangan serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara positif dan bertanggung jawab.
Kabag SDM Polres Maros AKP Makmur, S.H., M.M. mengatakan, perkembangan teknologi AI perlu diimbangi dengan pemahaman dan kemampuan literasi digital yang baik, khususnya bagi kalangan pelajar.
“Artificial Intelligence berkembang sangat cepat dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, pelajar perlu dibekali pemahaman agar mampu memanfaatkan teknologi ini untuk hal-hal yang positif, terutama dalam mendukung proses belajar dan mengembangkan kreativitas,” ujar AKP Makmur.
Menurutnya, pemanfaatan AI juga harus disertai sikap kritis dan bertanggung jawab. Pelajar tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami batasan, etika serta risiko yang dapat muncul dari penggunaannya.
“Kami ingin para pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab. Setiap informasi yang diperoleh melalui AI perlu disikapi secara kritis dan diverifikasi kebenarannya,” lanjutnya.
Program edukasi tersebut dilaksanakan oleh Tim Trainer Polres Maros sebagai tindak lanjut implementasi Program Quick Wins Presisi Triwulan III Tahun 2026, khususnya pada Kegiatan 9 dengan indikator 9.1 dan 9.2.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi mengenai Artificial Intelligence, tetapi juga mengikuti proses evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pre-test dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta sebelum menerima materi, sedangkan post-test menjadi sarana untuk mengukur pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian edukasi.
Proses evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena keberhasilan edukasi tidak hanya diukur dari penyampaian materi, tetapi juga dari sejauh mana peserta mampu memahami dan menerapkan pengetahuan yang telah diberikan.
Artificial Intelligence saat ini memberikan berbagai peluang dalam dunia pendidikan. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pencarian informasi, mengembangkan ide dan kreativitas, mengolah data hingga mendukung proses pembelajaran.
Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, penggunaan AI tetap membutuhkan sikap kritis. Kemampuannya menghasilkan teks, gambar, suara maupun berbagai bentuk informasi membuat pengguna perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa dan memastikan kebenaran informasi yang diterima.
“Teknologi pada dasarnya adalah alat. Bagaimana teknologi itu memberikan manfaat atau justru menimbulkan masalah sangat bergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Karena itu, kami mendorong para pelajar untuk menggunakan AI secara bijak, produktif dan tetap memperhatikan etika,” jelas AKP Makmur.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Maros turut mengambil bagian dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap perkembangan teknologi. Pendekatan edukatif ini menjadi bagian dari kontribusi kepolisian dalam menciptakan masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai perubahan di era digital.
Bagi pelajar, pemahaman mengenai AI diharapkan dapat menjadi bekal untuk memanfaatkan teknologi secara produktif, aman dan bijak, sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan teknologi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami berharap edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga para pelajar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan sikap kritis, etika dan tanggung jawab,” pungkas AKP Makmur.











