Advertorial

Bupati Jeneponto Lantik Tiga Pejabat Baru, Tekankan Inovasi dan Keterbukaan Terhadap Aspirasi Masyarakat

×

Bupati Jeneponto Lantik Tiga Pejabat Baru, Tekankan Inovasi dan Keterbukaan Terhadap Aspirasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Jeneponto, Sekindo.id — Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, S.E., M.M., secara resmi melantik tiga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Ruang Pola Pannrannuanta, Kantor Bupati Jeneponto, Senin (26/10/2026).

Pelantikan ini merupakan bagian dari penataan birokrasi dan tindak lanjut hasil penilaian kesesuaian jabatan atau uji kompetensi yang telah dilaksanakan sebelumnya. Penempatan pejabat baru ini diharapkan dapat memperkuat kinerja Organisasi Perangkat Daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Jeneponto secara berkelanjutan.

Click Here

Tiga pejabat yang dilantik adalah:

– Sudarminto, S.STP., M.AP. — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jeneponto. Sebelumnya menjabat Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Protpim).
​
– drg. Irawati, S.KG., M.Kes. — Direktur definitif UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang. Sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD tersebut.
​
– Haryadi, S.T. — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jeneponto. Sebelumnya menjabat Camat Tamalatea.

Dalam arahannya, Bupati Paris Yasir menegaskan bahwa rotasi dan pengisian jabatan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan upaya strategis untuk memastikan setiap posisi penting diisi oleh aparatur yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi.

“Jangan lengah, jangan puas diri, karena kita membutuhkan pejabat yang tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas, ikhlas, dan mampu berinovasi,” tegas Bupati Paris Yasir saat menyampaikan arahan kepada pejabat yang baru dilantik.

Bupati juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kondisi masyarakat saat ini. Ia mengingatkan bahwa masyarakat kian kritis dalam menyampaikan aspirasi, masukan, maupun tanggapan terhadap kebijakan pemerintah — dan hal ini justru harus disikapi secara positif.

“Pejabat harus memiliki gagasan, harus mampu menyesuaikan dengan kondisi kekinian. Masyarakat kita semakin kritis, apa saja dikritisi, dan kita tidak boleh antikritik,” ujarnya.

Menurut Bupati, kritik dan saran yang disampaikan masyarakat adalah bagian dari dinamika pembangunan yang sehat, sekaligus menunjukkan adanya harapan warga agar pemerintah terus melakukan perbaikan.

“Kalau kita sudah tidak dikritisi lagi, justru kita perlu waspada. Bisa jadi masyarakat sudah masa bodoh dan tidak peduli lagi terhadap pembangunan di daerahnya. Karena itu, setiap masukan harus kita dengarkan dan jadikan bahan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan,” tambahnya.

Selain itu, para pejabat baru diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tanggung jawab barunya. Bupati meminta mereka segera menyusun langkah-langkah strategis serta menetapkan prioritas kerja yang terukur agar dapat mencapai target kinerja sesuai visi dan misi pembangunan Kabupaten Jeneponto.

“Bangunlah komunikasi yang baik, perkuat soliditas jajaran, dan jaga koordinasi antar-instansi. Yang paling penting adalah segera menyusun rencana kerja yang jelas dan terukur untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” pesannya.

Bupati juga menegaskan bahwa evaluasi kinerja akan terus dilakukan secara berkala. Setiap pejabat diharapkan mampu menunjukkan hasil kerja yang nyata, meningkatkan profesionalisme, serta memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Pelantikan tiga pejabat ini menjadi awal dari langkah penataan birokrasi yang lebih profesional dan responsif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jeneponto, dengan satu tujuan utama: menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima bagi seluruh masyarakat Jeneponto.

(Amrianto)