Sekilas Indonesia, Merawang – Danrem 045/Gaya Brigjen TNI A.Dedy Prasetyo,S.I.P. bersama Forkopimda Bangka Belitung Tanam Bersama Gerakan Percepatan Program Optimalisasi Lahan dan Pompanisasi tempat di Sawah Desa Kimak Kabupaten Bangka, Kamis (04/04/2024)
Kepala Badan Standardisasi Instrumen pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian Prof. Dr. IR.Fadjry Djufry, M.Si mengatakan pihaknya menyampaikan terlebih dahulu, kenapa ada surat tugas kesini ke lapangan,Indonesia beberapa tahun selama Elnino ini. Pada Bulan April -Maret luas tanam kita sebesar 1,7-2 juta Hektar, sekarang ini baru sekitar 600 Ribu Hektar, jadi bisa dibayangkan nanti sampai 4 bulan ke depan seperti apa kondisi perbahasan kita. 1,2 bulan ini harga beras bukan main tinggi, hampir di semua pelosok negeri.
Kalau kita tidak melakukan antisipasi serius, import kita akan cukup besar, karena beberapa negara juga menyetok Beras mereka akibat dampak dari Elnino. Kebutuhan Beras kita sebesar yang kita makan untuk 280 juta penduduk kita sebesar 2,5 Juta Ton/Bulan,jadi setahun 30 Juta Ton.
Kita ingin negara kita Baik-baik saja dalam proses ini, Makanya kita melibatkan TNI, Makanya Surat tugasnya Darurat Pangan, Negara Memanggil.
Kedaulatan pangan merupakan wujud kemampuan bangsa untuk mencukupi kebutuhan pangan dan produksi dalam negeri, mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta melindungi dan menyejahterakan petani.
Adapun sambutan Pj. Gubernur Babel Dr. Safrizal Zakaria Ali, M.SI mengatakan Pembangunan sektor pertanian di provinsi kepulauan bangka belitung merupakan bagian integral dari pembangunan pertanian dan pembangunan nasional, karena itu visi pembangunan pertanian di provinsi kepulauan bangka belitung dirumuskan dalam kerangka kebijakan dan mengacu kepada pencapaian visi dan misi pembangunan pertanian.
Saat ini petani kebun kita lumayan baik dengan jumlahnya 140.000 petani yang mana 80% merupakan petani kebun oleh karena itu dibutuhkan strategi seperti ini. Di sisi lain, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman memberikan bantuan sebesar 200 Milyar untuk kemajuan pertanian Babel seperti alat mesin pertanian, benih dan berbagai sarpras pertanian.
Dengan adanya strategi dalam antisipasi darurat pangan secara nasional ini dimaksudkan bahwa seluruh stakeholder mulai saat ini harus berbagi tanggungjawab dalam mewujudkan percepatan pembangunan pertanian modern, bersinergi membangun perdesaan, dan terciptanya konektifitas antar lembaga sehingga resiko atau beban yang ada dipundak petani akan terasa ringan ketika dijalankan.
Kegiatan dilanjutkan penanaman padi bersama dan penyerahan bibit padi jenis Inpari 4 secara simbolis kepada Gapoktan Desa Kimak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut PJ.Gubernur Babel, Kapolda Babel, Danlanal Babel diwakili Dankal Belinyu, Kabinda Babel, Kepala BSIP Kementan, Sekretaris Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Babel, Kadis Pertanian Prov. Babel, PJ. Bupati Bangka, Kasiter Kasrem 045/Gaya, Para Dandim Jajaran Korem 045/Gaya, Kapolres Bangka, Rektor Universitas Bangka Belitung, Kades Kimak, Ketua Gapoktan Desa Kimak, Tokoh Agama Desa Kimak, Masyarakat dan Petani Poktan Desa Kimak dan hadirin lainnnya.











