Sekilasindonesia.id ||PESAWARAN – Pesawaran punya sederet atraksi wisata alam yang mempesona dengan panorama lautnya. Wilayah pesisir ini bisa menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu bersama keluarga selama libur sekolah dan lainnya.
Salah satu lokasi terbaik untuk menikmati eksotisme hutan mangrove dan tepi laut Pesawaran adalah wisata mangrove Cuku Nyinyi.
Rugi rasanya jika anda dan keluarga tidak berwisata dihutan Mangrove Cuku Nyinyi.
Keunikan flora dan fauna yang hidup berdampingan tersaji di dalamnya. Selain itu keindahan replika Menara Eiffel (Paris) yang menawan. Karna destinasi wisata mangrove Cuku Nyinyi baru hadir di Kabupaten Pesawaran.
Wisata ini berada di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan. Yang bersebelahan dengan Mangrove Petengoran.
Dengan menempuh jarak sekitar 19 kilometer dari Bandarlampung hanya memakan waktu sekitar 40 menit.
Bagi pengunjung wisata mangrove Cuku Nyinyi dapat mengamati keunikan hamparan hutan mangrove seluas sekitar 10 hektar. Dan beberapa jenis mangrove lainnya.
Selain itu terdapat berbagai satwa yang hidup atau singgah. Anda bisa melihat beragam ikan-ikan kecil berenang di sekitar. Kemudian ada kepiting atau kerang di sela-sela akar pohon mangrove.
Di waktu-waktu tertentu juga akan terlihat beberapa jenis burung berdatangan. Kesemuanya menambah asri suasana hutan mangrove.
Untuk menambah daya tarik wisata mangrove, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwsi) Desa Sidodadi juga telah membangun sebuah replika menara Eiffel setinggi 12 meter.
Bagian bawah menara memiliki ukuran 8 x 8 meter. Anda bisa duduk-duduk santai di sini menikmati suasana. Atau menaiki menara untuk melihat pemandangan sekitar dari ketinggian.
Ekowisata hutan mangrove dikelola oleh Pokdarwis, berkolaborasi dengan Pokmaswas dan BUMDes.
“Pada dasarnya sesuai program Pak Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yakni, One Vilage, One Destinasi, 1 Desa 1 destinasi wisata, maka dari itu kita selaku Pokdarwis dan penggiat mangrove berinovasi untuk menciptakan wisata edukasi mangrove dengan memanfaatkan sumberdaya alam hutan mangrove untuk di kembangkan menjadi wisata hutan mangrove. Dengan harapan adanya wisata ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, kata Andi Sofiyan selaku Ketua Pokdarwis dan juga ketua kelompok pelestari mangrove. Selasa, (05/07/2022).
“Tentunya untuk mewujudkan harapan ini, perlunya dukungan dari pihak pihak terkait dan bergandengan tangan bersama masyarakat, tambah dia.
“Dari konsep yang kami buat, tentang ekowisata mangrove ini baru mancapai 25,%, dan masih jauh dari kata sempurna, dan tentunya dengan adanya ekowisata mangrove ini masyrakat semakin peduli dengan hutan mangrove, karna hutan mangrove banyak sekali manfaatnya secara ekologis dan ekonomis untuk manusia, ujarnya.
“Dengan ini saya berharap kepada pihak terkait, agar kiranya dapat mendukung kegiatan pengembangan ekowisata mangrove cuku Nyinyi ini, timpalnya.
“Wisata mangrove ini memang sudah lama kami rencanakan, dan baru tahun 2021 inilah bisa terealisasi dengan dukungan dari Kepala Desa Sidodadi dan dari Pemkab Pesawaran yang telah membantu kami dari program BUJANG, jelas Andi.
“Tapi perjalanan ini belum selesai sampai disini saja, wisata Cuku Nyinyi perlu terus dan terus di kembang kan sehingga menjadi tempat wisata pilahan yg berada di kabupaten pesawaran, tandasnya.
Selain itu Andi mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Dinas Pariwisata, dan suport dari PT Bukit Asam yang turut membantu.
” Trimakasi kepada bapak Bupati Dendi Ramadhona, atas bantuan dan suportnya, juga PT Bukit Asam, yang telah membantu kami dengan membangun pondok pertemuan di lokasi wisata cuku Nyinyi, tutup Andi.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa, melalu Kabid Industri dan Destinasi Pariwisata Yudiana mengatakan,
“Desa Sidodadi sudah ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2018 lalu.bdan akan dikutsertakan dalam gelaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 mendatang, kata dia.
“Terus perbaiki, dan lebih di kembangkan wisata mangrove Cuku Nyinyi, kami Dinas Pariwisata Pesawaran akan mendukung dan membantu, pungkasnya. ().











