DaerahEkBisNasional

Sebagian Besar Penyuluh Pertanian Lapangan Manfaatkan SI Katam

×

Sebagian Besar Penyuluh Pertanian Lapangan Manfaatkan SI Katam

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Sebagian besar penyuluh pertanian lapangan (PPL) telah memanfaatkan sistem informasi kalender tanam atau SI Katam. Mereka kemudian menyebarkan informasi tersebut kepada para petani binaannya.

Hal itu terungkap dari hasil riset doktoral Abdul Azis, dari Kementerian Pertanian, “Sebagian besar petani memperoleh informasi SI Katam dari Penyuluh Pertanian Lapang. Sedangkan PPL memperoleh informasi SI Katam dari Tim Gugus Tugas (GT) Katam yang berada di Balai Pengkajian Teknologi Pengkajian,” kata dia

Click Here

Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI Katam) merupakan salah satu inovasi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yang menjadi pedoman pengambil kebijakan, penyuluh, dan petani untuk menanam padi, jagung, dan kedelai pada waktu yang tepat dengan kondisi ketersediaan air yang memadai.

Informasi disajikan sampai tingkat kecamatan, kabupaten/ kota, dan provinsi yang meliputi 34 provinsi, 514 kabupaten/kota, atau 7.062 kecamatan di seluruh Indonesia.

“Ini inovasi hilirisasi Balitbangtan yang diakses melalui internet,” imbuh Aziz.

Menurut Aziz, bagi petani SI Katam sangat mudah dimengerti dan dapat meningkatkan produksi padi. Dari tahap persuasi, lebih dari 50% petani responden menyampaikan SI Katam sangat menarik dan mereka selalu menerapkan komponen-komponen yang disajikan dalam SI Katam melalui informasi dari PPL.

Tim GT Katam merupakan perwakilan Tim GT Katam Pusat yang menjadi ujung tombak SI Katam di daerah. Petani juga mudah menghubungi Tim GT Katam serta mudah memahami penyampaiannya.

“Sayang, umpan balik dari petani belum banyak disampaikan ke Tim Gugus Tugas Katam,” terang Aziz.

Dalam hal ini, masih diperlukan pemantapan dan revitalisasi posisi, peran, dan tugas Tim GT Katam Tarpadu serta penajaman fungsi PPL dalam mendampingi petani untuk memanfaatkan SI Katam Terpadu.

Riset Aziz telah disampaikan dalam sidang promosi Abdul Azis berjudul “Pengembangan Model Komunikasi Inovasi dalam Implementasi Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu” pada Selasa, 10 November 2020.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr Fadjry Djufry yang hadir sebagai promotor luar komisi menyampaikan pentingnya hilirisasi inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Balitbangtan, “SI Katam contoh produk hilirisasi Balitbangtan yang sukses,” kata Fadjry.

Dalam sidang promosi Azis menyampaikan kebaharuan yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu SI Katam ternyata sesuai dengan kearifan lokal; serta informasi dukungan PPL dan Tim GT Katam untuk terus mempromosikannya.

Di akhir, Azis menyampaikan bahwa komunikasi inovasi SI Katam Terpadu (sosialisasi dan diseminasi) harus dilakukan secara berkelanjutan dan bersinergi dengan Kostratani yang saat ini menjadi program utama Kementerian Pertanian
Dengan digelarnya sidang promosi ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian kembali mendapat suntikan doktor baru. bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan dari IPB University.

Reporter : Usep_Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *