DaerahKesehatan

Disurvei Ulang Tim Provinsi Sul-Sel, Puskesmas Kepulauan Tanakeke Berjuang Pertahankan Status Daerah Sangat Terpencil

×

Disurvei Ulang Tim Provinsi Sul-Sel, Puskesmas Kepulauan Tanakeke Berjuang Pertahankan Status Daerah Sangat Terpencil

Sebarkan artikel ini

TAKALAR – Puskesmas Kepulauan Kecamatan Tanakeke kembali menerima kunjungan Tim Survei Daerah Terpencil dari tingkat provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (6/5/2026). Kunjungan ini menjadi yang kedua kalinya dalam kurun tiga tahun terakhir, melibatkan lintas instansi mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Sosial, yang turut didampingi tim pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar.

Click Here

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan penilaian ulang terhadap status Puskesmas Kepulauan Tanakeke sebagai fasilitas layanan kesehatan di daerah terpencil. Status ini sebelumnya ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Takalar yang masa berlakunya akan berakhir pada 1 Juni 2026.

Kepala Puskesmas Kepulauan Tanakeke, Hj. Hadhriyani, S.ST, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momen penting untuk menunjukkan langsung kondisi geografis dan tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan tersebut. Ia berharap hasil survei dapat kembali menguatkan status puskesmas yang dipimpinnya.

Dalam agenda kunjungan, tim survei terlebih dahulu disambut di Puskesmas sebagai titik awal penerimaan. Selanjutnya, rombongan dibawa meninjau langsung wilayah terjauh, yakni Desa Mattiro Baji, guna melihat kondisi riil medan pelayanan serta jarak tempuh dari daratan utama.

“Tim kami ajak melihat langsung bagaimana kondisi geografis wilayah, termasuk akses yang cukup jauh dan menantang. Ini penting agar mereka memahami betul situasi pelayanan kesehatan di kepulauan,” ujar Hj. Hadhriyani.

Ia juga menjelaskan bahwa jika status sebagai daerah sangat terpencil kembali diperoleh, maka Puskesmas Kepulauan Tanakeke berhak menerima jasa kapitasi dari BPJS Kesehatan sebesar Rp10.000 per peserta, yang sangat membantu dalam mendukung operasional layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Lebih jauh, Hj. Hadhriyani berharap pemerintah daerah tidak hanya mempertahankan status tersebut, tetapi juga memberikan perhatian lebih dalam bentuk tunjangan khusus bagi tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka di wilayah dengan keterbatasan akses dan fasilitas.

Berita

Sekilas Indonesia, Maros – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)…