BANGKA SELATAN – Pariwisata di Bangka Selatan mungkin belum merupakan salah satu sektor penting yang berpotensi untuk menambah pendapatan daerah. Salah satunya adalah melalui ekowisata atau ekoturisme (ecotourism) yang memiliki makna berbeda dibanding dengan wisata alam pada umumnya.
The international ecotourism society mengartikan EKOWISATA merupakan kegiatan wisata yang memiliki tanggungjawab kepada alam, masyarakat dan lingkungan sekitar. Artinya kegiatan wisata yang mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, menghormati kepercayaan masyarakat sekitar dan pendidikan lingkungan.
Di Bangka Selatan, ekowisata mulai diperkenalkan oleh beberapa penggiat konservasi dan lingkungan yang terpanggil untuk mendesain dan mengelola kondisi alam di Bangka Selatan saat ini diantara yaitu Bangka Flora Society(BFS) dan kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nyelanding, mereka berupaya memanfaatkan kekayaan akan bentang alam Bangka Selatan ini dengan tujuan turut menyelesaikan 3 masalah yang dihadapi saat ini, yakni:
1. Pasca tambang
2. Pemanfaatan Alam yang kurang baik
3. Mengurangi Pengangguran.
Seperti Bangka Flora Society yang konsen akan kegiatan jasa lingkungan dengan kegiatan ekoturisme di Sungai Upang, Desa Tanah Bawah Kec. Puding Besar dengan memperkenalkan keragaman hayati yang terdapat di kawasan sungai upang untuk dijadikan ekowisata yg cukup unik dengan icon nya pulau anggrek; dan untuk tahun depan 2021 bila memungkinkan bisa bekerjasama dengan pemerintah desa nyelanding dalam mengembangkan kegiatan konservasi serta pengembangan ekowisata air panas nyelanding yang panorama alamnya yang sangat eksotis pungkas pak Yuli Tulistianto, SE selaku Praktisi Lingkungan.
Reorter : Budi /Danil











