Daerah

LPSPL Alihkan Bantuan Alat Pencacah Plastik

×

LPSPL Alihkan Bantuan Alat Pencacah Plastik

Sebarkan artikel ini

 

PANDEGLANG –  Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang alihkan bantuan alat pencacah sampah plastik dari BUMDes Tunas Bahari kepada Koperasi Unit Desa (KUD) Anugrah Desa Teluk Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang. Selasa, (04/02/2020).

Click Here

Syarif Iwan Taruna Alkadrie, Kepala LPSPL Serang mengatakan bantuan ini dialihkan sesuai dengan juknis bahwa bantuan yang telah diserahkan kemudian tidak dimanfaatkan oleh kelompok yang diberikan bantuan sebelumnya, maka bantuan tersebut dialihkan kepada kelompok lain yang siap mengoperasikan alat pencacah plastik.

“Bantuan alat pencacah plastik tersebut dialihkan dengan alasan alat tersebut tidak difungsikan oleh kelompok yang menerima bantuan, pengalihan alat bantuan ini agar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh kelompok yang menerima bantuan alat tersebut,” katanya.

Lanjut Iwan menyampaikan kebetulan ini adalah bantuan untuk pengelolaan sampah plastik maka dari pertama diresahkan kemudian dievaluasi alat ini tidak termanfaatkan dengan baik oleh kelompok penerima pertama sehingga berdasarkan surat pernyataan dari kelompok tersebut apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, pihak LPSPL yang memberikan bantuan bisa mengalihkan kepada kelompok yang bisa memanfaatkan atal tersebut sebaik-baiknya.

“Dikarenakan dari awal diberikan bantuan alat pencacah plastik, akan tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal, harusnya bantuan ini bisa dijadikan salah satu untuk pengelolaan sampah yang ada dilokasi tersebut,” ungkapnya

Selain itu, dengan adanya kelompok baru yang penerima alat bantuan ini bisa menambah pendapatan dari kelompok tersebut berusaha terkait dengan pengelolaan sampah plastik, kelompok dengan sehari-harinya usaha sampah bisa memaksimalkan produksi terkait dengan mengelola sampah secara baik dan benar.

“Saya berharap dengan adanya bantuan pengalihan alat pencacah sampah plastik bisa menjadi nilai tambah bagi kelompok tersebut,” harapnya.

Tidak hanya itu, pihak LPSPL tersebut akan memberikan pembinaan kepada kelompok untuk bagaimana caranya memaksimalkan pengelolaan sampah plastik, karena memang komitmen dari Kementerian Kelautan dan Perikanan secara total akan mengurangi sampah plastik yang ada di Indonesia.

“Yang menerima bantuan alat tersebut juga akan dimemintai pertanggungjawaban pelaporanya terkait penggunaan alat, agar diketahui berapa banyak sampah yang diolah dengan menggunakan alat, berapa nilai tambah yang didapatkan, maka dari itu kelompok harus bisa memberikan laporan bulanan maupun pertiga bulan sekali,” tuturnya.

Toto Masud, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Anugrah menyampaikan dengan adanya bantuan alat pencacah sampah plastik ini semoga pengahasilan kelompok bisa bertambah. Karena alat tersebut sangat bagus kalau dilihat dari speknya. Dikarenakan mesin tersebut dalam waktu dua jam bisa menghasilkan sebanyak dua kuintal sampah yang sudah di olah.

“Hasil produksi tersebut bisa dikirim ke daerah luar seperti Tangerang, biasanya kami mengirim hasil pengeloaan sampah plastik itu sebanyak lima ton perminggu, apa lagi dengan adanya alat yang baru mudah-mudah perminggu kita mengirim hasil produksi bisa mencapai sepuluh ton per minggunya,” ujarnya.

Reporter: Ade M

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d