OPINI– Satu kata dari kalimat diatas sebagai tambahan muncul di periode kedua, (religius) setelah periode pertama H. Muslimin Bandok menjadi bupati visinya hanya EMAS Enrekang Maju Aman dan Sejahtera.
Religius sering muncul jadi opini publik apalagi upaya maksimal bupati menjadikan masyarakat Enrekang sebagai masyarakat religius. Salah satu langka positif adalah menempatkan program ini pada rencana kerja daerah setara dengan program lainnya.
Biaya cukup besar digunakan membayar insentif tenaga ahli agama yang diangkat sebanyak 99 orang, terdiri dari angkatan pertama 66 orang dan sudah melaksanakan tugas berjalan beberapa bulan. sementara 33 lainnya diserahkan SKnya tgl 30 januari 2020 setelah melalui seleksi yang sangat ketat.
Selanjutnya disebar ke beberapa tempat. Mereka dibekali tentang ilmu mengajar Al Qur’ an, bagaimana menjadi khatib yang baik, tapi yang lebih utama lagi adalah bagaimana mampu mensosialisasikan Visi dan misi Bupati.
Pencapaian target secara maksimal tidaklah mudah, pasti akan dihadapkan berbagai kendala.
1. Pada masing-masing mesjid telah memiliki imam tetap yg telah sekian tahun mendapat insentif dari daerah. Demikian pula guru- guru mengaji.
2. pemahaman masyarakat, jadi imam tidak hanya diukur dari kesempurnaan bacaan al Quran saja, melainkan lebih pada Akhlak & ketokohan.
3. Tenaga ahli keagamaan harus memiliki banyak pengetahuan tentang metode pendekatan agar masyarakat tertarik pada kegiatan yang dilaksanakan.
Keberhasilan rencana kerja pemerintah Kabupaten Enrekang di usia ke 60 terwujud bila didukung semua step kolder mulai dari hulu sampai kehilir.
Enrekang milik masyarakat massenrempulu. Tidak untuk segelintir orang saja. Buang ego sektoral yang lahir dari imbas politik.
Tumbuhkan nilai – nilai religius dalam diri agar akhlakul karimah mencerminkan sikap pribadi dalam kebersamaan.
Jangan hanya mengkritik tapi kemukakanlah saran positif untuk melengkapi kekurangan.
Emas yang religius menerangi massenrempulu, masyarakat semua merasakan hasilnya. Momentum usia 60, kita awali menyumbang yang terbaik, untuk dirasakan bersama.
Jangan kesempatan hidup yang tersisa, habis dengan sia – sia. akibat mencari kelemahan buat pondasi melakukan perlawanan. Tapi perhatikan semua yang terjadi untuk dapat melengkapi kekurangan di masa akan datang.
Penulis : Muskiman Haning (Ketua DPC Apdesi Kab. Enrekang)











