Daerah

Diduga Asal Jadi Pembangunan Jalan “Rabat Beton” Tercium Aroma Korupsi

×

Diduga Asal Jadi Pembangunan Jalan “Rabat Beton” Tercium Aroma Korupsi

Sebarkan artikel ini

 PANDEGLANG,SEKILASINDO.COM – Proyek pembangunan Jalan Rabat Beton  dari anggaran dana desa (DD) hingga ratusan juta rupiah pada tahun 2019, diduga dikerjakan asal jadi tepatnya di kampung Belendung Desa Batuhideung kecamatan Cimanggu Kan Pandeglang. Rabu (26/6/2019).

Click Here

Dari hasil Informasi,  Ade salah satu warga setempat mengatakan bahwa dirinya menyayangkan atas pekerjaan jalan tersebut yang terkesan asal jadi, kuat dugaan kepala desa Batuhideung melakukan korupsi dana desa pembangunan jalan itu, sehingga Ade berharap kepada pihak terkait agar segera lakukan pengecekan pekerjaan jalan tersebut.

“Saya selaku masyarakat desa Batuhideung, sangat menyayangkan dengan adanya bangunan jalan desa yang terkesan asal jadi ,sebab dalam pembangunan jalan tersebut diketahui hanya di letakkan di atas tanah tanpa ada sedikit pun tanah yang di gali, parahnya lagi dalam pengerjaannya terindikasi ada penipuan, dikarnakan pemasangan bawahnya tidak di pasang besi hanya pelastik , jadi kalau di lihat setelah selesai seolah-olah sudah di pasang besi,”Ucap Ade.

Lanjut, Ade menjelaskan tentang banyaknya kejanggalan dalam pengerjaan jalan tersebut. Selain saya yang kecewa masyarakat yang lain pun juga sama kecewa. Sebab pelaksanaan kegiatannya amburadul saya kira adukan semennya jauh di bawah standar karena warna pasir nya saja masih jelas. Terlebih pasir yang di gunakan pasir pantai. Kata dia.

“Saya sangat kecewa, pelaksanaannya sangat asal jadi, semen nya menggunakan semen Holcim. Pokoknya pekerjaan itu sangat asal jadi, jangankan di injak-injak oleh manusia oleh kaki hewan juga kayanya sudah rusak,”imbuhnya.

Masih kata Ade, di lokasi kegiatan proyek itu tidak di temukan Papan informasi (Pelang proyek) sehingga kami kesulitan untuk mengawasinya, di perkirakan panjangnya sekitar 150 meter padahal dari hasil musyawarah sebelumnya di laksanakan sekitar 400 meter.

” Yang jelas masyarakat kecewa karena dari voleme nya juga tidak sesuai dengan hasil musyawarah sebelumnya, di tambah lagi pekerjaan nya asal jadi saja,” tandasnya.

Namun sungguh di sayangkan sampai berita ini di turunkan Kepala Desa Batuhideung belum dapat di temui guna memintai keterangannya.*(Jang/Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *