Berita

BRIN Tancap Gas Kembangkan AI, Nuklir, dan Semikonduktor Demi Dongkrak Ekonomi Indonesia

×

BRIN Tancap Gas Kembangkan AI, Nuklir, dan Semikonduktor Demi Dongkrak Ekonomi Indonesia

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan berbagai teknologi strategis, mulai dari kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, teknologi nuklir, hingga teknologi kuantum, sebagai langkah memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan riset dan inovasi menjadi fondasi utama bagi kemajuan ekonomi nasional.

Click Here

Menurutnya, pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa tingginya kapasitas inovasi memiliki hubungan erat dengan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.

“Riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,” ujar Arif di Kompleks Istana

Kepresidenan, Kamis (6/8).
Untuk mewujudkan visi tersebut, BRIN telah menetapkan sejumlah prioritas pengembangan teknologi.

Salah satunya adalah penguasaan teknologi semikonduktor agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor chip dari luar negeri.

Selain itu, AI menjadi fokus utama riset BRIN. Teknologi ini bahkan telah diterapkan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui inovasi Food Guard, perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan untuk menjaga kualitas pangan selama proses distribusi.

Arif menjelaskan, BRIN membangun inovasi yang mencakup seluruh ekosistem MBG, mulai dari penyediaan bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem pemantauan berbasis AI.

Tak hanya itu, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian produksi benih, obat-obatan, dan bioindustri nasional. Sementara itu, teknologi kuantum dipersiapkan untuk memperkuat sistem keamanan dan komputasi masa depan.

Di bidang energi dan kedaulatan teknologi, BRIN terus membangun ekosistem teknologi nuklir secara menyeluruh sebagai bekal menuju pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Penguasaan teknologi tersebut meliputi penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, sistem keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengelolaan limbah nuklir.

“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,” tegas Arif.

Bagindo Yakub.