DaerahPendidikan

Siswa SMPN 2 Bantaeng Wakili Sulsel pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026

×

Siswa SMPN 2 Bantaeng Wakili Sulsel pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026

Sebarkan artikel ini

BANTAENG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Bantaeng. Salah satu siswa SMPN 2 Bantaeng, Andi Nurhuraera, berhasil mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Nasional Tahun 2026.

Kegiatan bergengsi tersebut akan berlangsung pada 22–26 Mei 2026 dan diikuti oleh perwakilan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Festival ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta dijadwalkan akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Click Here

Keberhasilan Andi Nurhuraera menembus tingkat nasional tidak diraih dengan mudah. Ia harus melewati serangkaian seleksi kerat mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi sebelum akhirnya dipercaya membawa nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional.

Kepala SMPN 2 Bantaeng, Abd. Rahman, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian siswa tersebut.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan besar bagi sekolah dan daerah. Kami sangat mengapresiasi kerja keras siswa, guru pembina Ibu Husnaeni, S.Pd., M.Pd., serta dukungan seluruh pihak yang telah mendampingi proses pembinaan hingga mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Suriyanti S, mengatakan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah berjalan dengan baik dan memberikan hasil positif.

“Ini menunjukkan hasil positif dari kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan siswa yang selama ini berjalan dengan baik di sekolah kami. Selamat kepada guru pembina Ibu Husnaeni, S.Pd., M.Pd bersama timnya dan siswa yang telah memberikan prestasi membanggakan bagi SMPN 2 Bantaeng dan Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu sendiri merupakan ajang nasional yang bertujuan melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya bangsa sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu di tengah perkembangan zaman.