TAKALAR ,–Sabtu,11/07/2026 Sejumlah korban dugaan penipuan berkedok arisan online mengaku semakin resah karena hingga saat ini admin arisan yang diduga sebagai pelaku bersama suaminya dinilai sulit ditemui untuk memberikan penjelasan terkait dana para peserta yang belum dikembalikan.
Kondisi tersebut membuat para korban berinisiatif untuk mendatangi kantor tempat suami terduga pelaku bekerja. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencari kejelasan mengenai nasib uang yang telah disetorkan para peserta arisan selama ini.
Menurut para korban, berbagai upaya komunikasi dan permintaan klarifikasi telah dilakukan. Namun hingga kini belum ada penjelasan yang memuaskan terkait mekanisme pengembalian dana maupun penyelesaian persoalan yang mereka alami.
Para korban juga meminta Kepala Balai Kehutanan Bulurokeng, Kabupaten Gowa, agar dapat memanggil suami istri yang disebut bekerja sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)di lingkungan Manggala Agni Parangloe untuk memberikan penjelasan dan menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Korban berharap ada langkah konkret yang dapat dilakukan sehingga hak-hak para peserta arisan dapat dipenuhi. Mereka menegaskan bahwa tujuan kedatangan ke kantor tersebut bukan untuk membuat kegaduhan, melainkan untuk memperoleh kepastian dan penyelesaian yang adil atas dana yang hingga kini belum jelas keberadaannya.











