Daerah

Kolaborasi TP PKK dengan Pemdes Bontokassi atasi Stunting dalam Program DASHAT

×

Kolaborasi TP PKK dengan Pemdes Bontokassi atasi Stunting dalam Program DASHAT

Sebarkan artikel ini

Sekilas Indonesia, Takalar – Kolaborasi antara Tim penggerak PKK bersama Pemerintah Desa Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar melaksanakan program dapur sehat atasi stunting (DASHAT) di aula pertemuan kantor Desa, Kamis 30/11/2023

Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting atau disingkat “DASHAT” merupakan kegiatan untuk membuat makanan bagi ibu hamil dan balita dengan bahan lokal. Bahan masakan tidak harus mahal akan tetapi kita bisa memilih dan memilah bahan-bahan yang terjangkau dengan kualitas dan kandungan gizi yang bagus dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui optimalisasi sumber daya pangan lokal dalam rangka mempercepat upaya penurunan stunting di tingkat Desa/kelurahan.

Click Here

Kepala Desa Bontokassi, Muh. Aksin Suarso mengatakan “Program Dashat yang kami laksanakan merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah sebagai salah satu bentuk upaya penurunan stunting”

Untuk itu kami berKomitmen cegah Stunting, dengan cara Pemerintah Desa Bontokassi kolaborasi dengan tim penggerak PKK mengadakan berbagai kegiatan. Setelah beberapa hari yang lalu adakan rembuk Stunting, kini melakukan lagi kegiatan berupa pemberian makanan tambahan (PMT) kepada baduta dan orang hamil KEK.

“Kegiatan yang kami lakukan adalah pemberian makanan tambahan padat gizi dengan bahan lokal berupa pembagian makanan gratis untuk kelompok sasaran (ibu hamil, ibu menyusui, dan anak baduta) yang ada di desa kami” Jelasnya

Terpisah, Ketua TP PKK Desa Bontokassi, Rahmawaty menyampaikan bahwa hari ini merupakan Pemberian makanan tambahan pertama bagi seluruh sasaran stunting, dan akan berlangsung selama 3 bulan kedepan. Bantuan ini berkat berkolaborasi dengan Dinas P2KB dan Puskesmas bontokassi, untuk itu Saya mengucapkan terima kasih telah memberikan bantuan dalam menangani Stunting di Desa kami.” pungkasnya

 

 

 

Suherman Tangngaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *