DaerahHot NewsHuKrim

Kasus Dugaan Malpraktek di RSUD Basel Terus Berlanjut

×

Kasus Dugaan Malpraktek di RSUD Basel Terus Berlanjut

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id, || Bangka Selatan – Kasus dugaan malpraktek di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bangka Selatan yang mengakibatkan salah satu pasiennya meninggal dunia terus berlanjut.

Pasalnya, salah satu pasien bernama Solha (66) warga Jalan Damai Toboali, Bangka Selatan, meninggal dunia usai menjalani operasi benjolan dibagian punggung.

Click Here

Atas kejadian itu, keluarga pasien, Nadia langsung mengambil langkah hukum untuk melaporkan pihak RSUD Bangka Selatan ke Polres Bangka Selatan dengan laporan aduan dugaan malapraktik terhadap ibunya.

“Iya, kemarin laporannya sudah diterima oleh pihak Polres Bangka Selatan, dan masih dalam proses,” kata Kuasa Hukum dari keluarga pasien, Herman Sutanto, saat di konfirmasi sekindo.id, Kamis (21/9/2023)

Pria yang sering disapa ko Aming ini menjelaskan, dirinya akan mendampingi keluarga pasien terkait kasus dugaan malpraktek yang menimpa kliennya.

“Sesuai kuasa yang diberikan oleh Nadia, saya diminta untuk mendampingi klien saya terkait kasus ini. Kita ikuti prosesnya, dan kita akan mengarah kepada kode etik kedokteran, itu yang harus kita utamakan,” jelas Aming.

Informasi terbaru, Polres Bangka Selatan akan segera memanggil RSUD Bangka Selatan usai keluarga Solha (66), pasien korban dugaan malpraktik melapor ke polisi. Polisi akan menyelidiki dugaan malpraktik tersebut.

“Laporan sudah kami terima, akan ditindak lanjuti,” kata Kasat Reskrim Polres Basel, AKP Tyan Talingga, seiizin Kapolres Bangka Selatan, AKBP Toni Sarjaka, seperti dikutip dari Detik.com.

Diberitakan sebelumnya, seorang pasien bernama Solha warga Jalan Damai Toboali, Kabupaten Bangka Selatan meninggal dunia usai menjalani operasi benjolan di bagian punggung, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan.

Pasien meninggal pada tanggal 16 September 2023 kemarin. Pasien diduga menjadi korban malpraktik yang dilakukan oleh oknum dokter bedah RSUD Basel.

Menurut keterangan anak pasien, Nadia, orang tuanya datang ke rumah sakit pada tanggal 13 September 2023 hanya untuk mengobati benjolan di punggungnya yang kemungkinan adalah bisul.

Namun, begitu tiba di RSUD Bangka Selatan, pihak rumah sakit segera menyarankan untuk melakukan operasi pada pasien. Setuju dengan rekomendasi tersebut, pasien menjalani operasi pada tanggal 14 September 2023, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan selesai sekitar pukul 11.30 WIB.

Namun, pasca-operasi, pasien tidak pernah pulih. Pada tanggal 15 September 2023, pasien tetap tidak sadarkan diri dan harus ditangani oleh dokter. Akhirnya, ia dibawa ke Unit Perawatan Intensif (ICU), dan tak lama setelah itu, dinyatakan meninggal dunia.

“Pada saat itu orang tua saya datang ke rumah sakit dalam keadaan sehat dan segar. Awalnya, kami hanya ingin memeriksa benjolan di punggungnya. Namun, setelah operasi, ibu saya tidak pernah bangun lagi hingga akhirnya meninggal dunia,” ungkap Nadia.

Perlu dicatat bahwa selama operasi, pasien hanya ditangani oleh seorang dokter bedah tanpa adanya seorang dokter anestesi yang mendampingi. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang prosedur medis yang diikuti selama operasi tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Bangka Selatan dr. Rudi Hartono telah memberikan penjelasan terkait dugaan malpraktek yang dilakukan oleh pihak RSUD Basel.

Rudi mengaku, pihaknya telah menjalankan tindakan sesuai dengan SOP yang berlaku.

“Pelimpahan anestesi dari dokter anestesi ke penata anestesi sudah sesuai prosedur dan diatur dalam peraturan,” ungkap dr. Rudi. (Riki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *