Daerah

Pembebasan Lahan di Laikang, Jauh Lebih Mahal Beras Perliter, Dibanding Harga Tanah Per Meter

×

Pembebasan Lahan di Laikang, Jauh Lebih Mahal Beras Perliter, Dibanding Harga Tanah Per Meter

Sebarkan artikel ini

Sekilas Indonesia | TAKALAR

Masyarakat Desa Laikang awalnya menyambut gembira, atas kehadiran investor, yang membutuhkan lahan pembangunan industri pengolahan jagung dan rumput laut.

Click Here

Namun harapan Itu pupus karena tertukar dengan kecewa, ke-kecewaan warga karena nilai pembebasan lahan jauh lebih rendah di banding harga beras perliternya

Salah seorang warga yang berat menerima nilai pembebasan mengatakan.
Sebelumnya tidak ada penyampaian harga baik dari pemerintah maupun dari investor.

Tentang nilai pembebasan seharusnya di dahului dengan Sosialisasi, atau penyampaian awal sehingga kami masyarakat juga bisa melakukan tawar menawar, untuk mendapat kesepakatan.

Pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten, mestinya melihat persoalan jangka panjangnya kelangsungan hidup masyarakat, karena ini adalah pelepasan Hak masyarakat ke Pihak PT. Tiran Indonesia, kalau sistim Kontrak mungkin dua puluh atau dua puluh lima tahun tanah kami bisa kembali.

Untuk di ketahu proses pembebasan lahan, kami langsung di sodorkan selembar surat pernyataan pembebasan dengan nilai sudah tercantum angka Rp. 5000, per meter.

Kami berharap pemerintah Kabupaten Takalar, dan Dewan perwakilan Rakyat kabupaten Takalar, dapat meninjau kembali proses pembebasan lahan di Laikang Kecamatan Mangarabombang.

Salah seorang warga yang di konfirmasi oleh awak media mengatakan, Kami tetap bersikeras menolak uang kompensasi pembebasan lahan kalau hanya Rp 5000 permeter, harga ini sangat menyedihkan bagi kami dan terkesan penawaran itu tidak manusiawi,” kata HT pemilik salah satu lahan didesa Laikang, Selasa (1/8/2023).

Di duga Pemerintah desa dan kecamatan berkolaborasi untuk memuluskan pihak Investor mendapatkan luasan tanah yang di butuhkan yaitu 500 hektar.

Sementara itu, kepala desa Laikang, Nursalim saat dikonfirmasi melalui pesan Wassapnya, terkait dengan bentukan tim pembebasan lahan,
Mursalin yang akrab dipanggil daeng Lingka, tidak memberikan jawaban konfirmasi.
Sama juga dengan Camat Mangarabombang Sudirman Nompo, tidak memberikan tanggapan terkait Konfirmasi tentang Tim pembebasan lahan di Laikang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *