Nasional

Prof Andi Muhammad Syakir Pimpin Kembali PERAGI Periode 2022-2026

×

Prof Andi Muhammad Syakir Pimpin Kembali PERAGI Periode 2022-2026

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id ||JAKARTA – Kongres XV Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) telah menetapkan Prof. Andi Muhammad Syakir sebagai Ketua Umum PERAGI periode 2022-2026.

“Kongres meminta, mengusulkan, dan menugaskan Prof. Andi Muhammad Syakir memimpin kembali,” kata Ir. Adhie Widihatho, M.M, pimpinan sidang Kongres XV, yang berlangsung pada Selasa, 29 November 2022.

Click Here

Sejak awal memang terlihat peserta kongres telah mendukung Syakir untuk memimpin kembali. Hal itu terpantau pada pandangan umum daerah terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2019-2022.

Saat pandangan umum, enam Komisariat Daerah (Komda) Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) langsung mengusulkan Prof. Andi Muhammad Syakir untuk memimpin kembali PERAGI periode 2022-2026.

Kelima Komda tersebut adalah Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Papua Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara. “Peragi membutuhkan keberlanjutan program kerja organisasi sehingga Prof. Andi Muhammad Syakir dipandang masih dibutuhkan untuk memimpin,” kata Prof. Dr. Edi Santosa, salah satu pimpinan sidang.

Kongres XV PERAGI kali ini juga membuat keputusan penting lainnya yaitu memperpanjang periode kepengurusan dari 3 tahun menjadi 4 tahun. Perubahan tersebut terkait pelaksanaan program kerja yang dirasa dapat lebih efektif dengan masa kerja 4 tahun.

Prof. Andi Muhammad Syakir akhirnya bersedia menerima kembali amanah tersebut. “Mari kita bangun PERAGI sebagai bahtera untuk mengabdi kepada bangsa, negara, dan agama. Ini amanah kita bersama sehingga kita harus bersama pada frekuensi dan orbit yang sama agar mencapai maqam yang sama,” tutur Syakir.

Syakir juga bertekad untuk memanfaatkan bonus demografi sehingga sumberdaya milleneal akan diberi ruang berkiprah agar terjadi transformasi di PERAGI. Generasi millenial diharapkan mampu membawa PERAGI ke dunia digital dengan lebih percaya diri.

PERAGI juga tidak akan berpolitik praktis di bawah organisasi partai tertentu. Namun, PERAGI akan berpolitik untuk mendesakkan kebijakan pemerintah agar mendukung pertanian Indonesia. “Maksudnya kita bersinergis dengan para pengambil kebijakan untuk kepentingan petani Indonesia,” kata Syakir.

Menurut Syakir, PERAGI perlu lebih meningkatkan kontribusi untuk akselerasi pembangunan pertanian yang sehat seperti kontribusi untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui peningkatan produktifitas tanaman. Saat ini rata-rata provitas tanaman padi nasional baru 5.4 ton GKP/ha, sedangkan potensi genetik pada padi ada yang mencapai 10 – 12 ton GKP/Ha. “Komda PERAGI dapat mendorong percepatan peningkatan produktivitas tanaman eksisting dan mendorong diversifikasi pangan berbasis komoditas pangan unggulan daerah serta dukungan sosial budaya,” kata Syakir.

Syakir juga melihat saat ini banyak pihak yang konsen dengan penyempurnaan budidaya pertanian meskipun bukan berlatar belakang agronomi. “Di masa depan boleh jadi kata agronomi tidak tersurat di perguruan tinggi, tetapi jurusan tersebut jelas-jelas terkait dengan budidaya pertanian,” kata Syakir. Dengan demikian PERAGI harus mempersiapkan perubahan-perubahan di masa mendatang agar dapat beradaptasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *