Sekilasindonesia.id JAKARTA – Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyiagakan armada transportasi udara.
Sejumlah helikopter dan pesawat ditempatkan di Labuan Bajo dan Maumere untuk mendukung mobilisasi personel serta distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan dukungan jalur udara disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila akses darat di sejumlah wilayah belum sepenuhnya pulih.
“Ini semua kita standby-kan dan kita siap untuk digunakan, baik itu untuk mobilisasi personel maupun distribusi logistik jika diperlukan seandainya ada daerah-daerah membutuhkan dukungan distribusi logistik dari udara,” ujar Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam, dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana NTT, Minggu (16/8).
Di Labuan Bajo, pemerintah menyiagakan satu unit Heli Super Puma milik TNI Angkatan Udara, satu unit Heli Bell 412 dari TNI Angkatan Darat, satu unit helikopter BNPB, serta dua unit pesawat Caravan dari Kementerian Perhubungan dan BNPB.
Sementara di Maumere, armada yang disiapkan terdiri atas satu unit Heli Bell 412 TNI Angkatan Darat, satu unit Heli Panther TNI Angkatan Laut, dua unit Heli Bell Kementerian Perhubungan, dan satu unit Caravan BNPB.
Aam menjelaskan, pemerintah tetap memprioritaskan pemulihan akses darat. Namun, jalur udara akan digunakan apabila kondisi di lapangan membuat distribusi bantuan melalui jalur darat sulit dilakukan.
“Yang pasti saat ini untuk akses logistik via darat kita pastikan bisa dilalui, dan kalaupun via darat sulit untuk dilalui, maka kita akan lakukan via udara. Kalau nanti dibutuhkan via laut, tentu saja kita akan membuka opsi penyaluran logistik via jalur laut,” katanya.
Pemerintah juga memastikan ruas jalan di kilometer 49, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, yang sebelumnya tertimbun longsor akibat gempa, kini sudah dapat dilalui truk pengangkut BBM. Pembersihan ruas jalan tersebut dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum.
Hampir seluruh titik jalan lain yang terdampak bencana juga telah memasuki tahap akhir pembersihan dan ditargetkan dapat kembali dilalui maksimal Senin (17/8).
Di sisi lain, bantuan logistik dari pemerintah pusat terus dikirimkan kepada masyarakat terdampak.
Sebanyak 50.000 paket sembako bantuan Presiden dikirimkan secara bertahap melalui jalur udara.
Pada sortie pertama, sebanyak 4.925 paket sembako telah dikirim dan disalurkan.
Sebanyak 3.200 paket didistribusikan melalui Posko Labuan Bajo, masing-masing untuk Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 550 paket, Kabupaten Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, serta Nagekeo dan Ngada masing-masing 550 paket.
Sementara melalui Maumere, sebanyak 1.725 paket telah disalurkan untuk Kabupaten Sikka sebanyak 1.000 paket dan Kabupaten Ende sebanyak 725 paket.
“Sortie kedua akan dikirimkan sore ini, sudah terbang pukul 15.00 dengan jumlah 45.075 paket. Semua ini tentu saja atensi Bapak Presiden untuk benar-benar bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Aam.
Bagindo Yakub.











