Berita

TMMD 128 Kodim Cilegon Padukan Baja Ringan dan Genteng Tradisional, Mushola Langon Jadi Simbol Pemberdayaan Warga

×

TMMD 128 Kodim Cilegon Padukan Baja Ringan dan Genteng Tradisional, Mushola Langon Jadi Simbol Pemberdayaan Warga

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id CILEGON – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0623/Cilegon di Provinsi Banten terus menunjukkan komitmennya dalam membangun desa secara menyeluruh.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, program ini juga mengedepankan penguatan ekonomi kerakyatan serta pelestarian kearifan lokal masyarakat.

Click Here

Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut terlihat pada rehabilitasi total mushola di Lingkungan Langon, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Dalam proses renovasi, Satgas TMMD menerapkan metode hibrida dengan memadukan struktur bangunan modern menggunakan baja ringan dan tetap mempertahankan penggunaan genteng tanah liat tradisional sebagai penutup atap.

Komandan PKP Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi didampingi Dansatgas TMMD Kodim 0623/Cilegon menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan teknis, kenyamanan jemaah, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung program pemerintah terkait gentengnisasi.

Ada beberapa item pekerjaan rehabilitasi di mushola ini yang menjadi prioritas.

Bagian rangka atap lama yang sudah lapuk dan rapuh kami ganti total menggunakan baja ringan agar lebih kokoh dan aman dalam jangka panjang.

“Namun untuk penutup atap, kami tetap menggunakan genteng tanah liat tradisional,” ujarnya saat meninjau lokasi fisik, Rabu (20/05/2026).

Menurutnya, penggunaan genteng tanah liat memiliki sejumlah keunggulan dibanding material modern seperti spandek atau asbes.

Selain mampu meredam suara hujan dengan lebih baik, material tradisional tersebut juga membuat suhu di dalam mushola lebih sejuk sehingga mendukung kenyamanan warga saat beribadah.

Tak hanya itu, kebijakan mempertahankan genteng tradisional juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pelaku UMKM lokal, khususnya para pengrajin genteng di wilayah sekitar.

Satgas TMMD sengaja menyerap material dari pengusaha lokal agar anggaran program dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

Melalui langkah ini, para pengrajin genteng lokal mendapatkan dampak positif secara instan.

“Pembangunan berjalan, ekonomi rakyat di tingkat akar rumput pun ikut bergerak,” tambah pihak Satgas.

Selain mendukung ekonomi warga, penggunaan genteng tanah liat dinilai mampu menjaga keselarasan arsitektur mushola dengan lingkungan pemukiman warga di Lingkungan Langon yang masih mempertahankan identitas visual tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal.

Program TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon diharapkan tidak hanya menghasilkan fasilitas publik yang aman dan nyaman, tetapi juga menjadi stimulus bagi keberlanjutan produk lokal di tengah arus modernisasi sektor konstruksi nasional.

Bagindo Yakub.