Sekindo.id, Nunukan – Untuk mengoptimalkan capaian kinerja yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja (Perkin) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan Tahun 2024, jajaran ASN Kantor Kemenag Kabupaten Nunukan hari ini, Rabu (17/01/2024) menggelar kegiatan Bedah Perkin Tahun 2024.
Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kab. Nunukan dan diikuti oleh para Kasi, Penyelenggara, Kepala KUA se Kab, Nunukan serta seluruh PNS dan PPPK di lingkungan Kantor Kemenag Kab. Nunukan.
H. Sayid Abdullah dalam arahannya mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Nunukan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan agar adanya kesamaan persepsi terkait Perkin 2024 sehingga dapat tercapai dan terealisasi dengan baik sesuai target.
Berkaca dari hasil evaluasi atas capaian Perkin Tahun 2023, yang mana masih terdapat perbedaan persepsi maka untuk tahun 2024 ini hal itu tidak terjadi lagi, paparnya.
Seusai memberikan arahan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan pembagian target dan sasaran kinerja kepada seluruh Satker termasuk KUA se Kabupaten Nunukan.
Dari hasil pembagian tersebut, pada tahun 2024 ini KUA Kecamatan Krayan mendapatkan tugas khusus yakni mengawal program peningkatan kualitas literasi khasanah budaya bernafas agama.
Hal ini sebagai bentuk tindaklanjut atas pencapain yang dilakukan oleh KUA Kecamatan Krayan pada tahun 2023 dalam hal ini berhasil mengawal dan memfasilitasi pengembangan Perpustakaan Masjid yang ada di Kecamatan Krayan.
Maka pada tahun 2024 ini, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan melakukan inventarisasi, kodifikasi dan digitalisasi Pustaka agama khususnya yang ada di Kecamatan Krayan.
Dengan adanya penugasan khusus tersebut, Kepala KUA Kecamatan Krayan yang dikonformasi seusai kegiatan berlangsung, mengungkapkan bahwa penugasan tersebut tentu sebuah amanah yang mesti dilaksanakan. Untuk itu, menurut Syahrul, yang merupakan Kepala KUA Termudah di Kabupaten Nunukan ini, akan segera melakukan koordinasi dengan pengelola perpustakaan masjid yang ada di Kecamatan Krayan sehingga program ini bisa terealisasi di triwulan pertama atau triwulan kedua, jelasnya.
Lanjut Syahrul, ia juga akan segera mengkoordinasikan hal ini secara internal mengingat di KUA sendiri terdapat pojok baca sehingga perlu juga untuk dilakukan proses inventarisasi, kodifikasi dan digitalisasi mengingat buku dan literatur keagamaan yang ada di KUA tersebut merupakan salah satu asset yang perlu dijaga dengan baik, tutupnya.











