Sekilas Indonesia, Takalar – Akhir-akhir ini beberapa kepala Desa diperhadapkan berbagai kasus yang menjerat mereka dan dua tahun terakhir menjadi tamparan keras buat kepala desa di kabupaten Takalar.
pasalnya sejak dilakukan pemilihan Kepala Desa Tahun 2021 dan 2022 sudah ada 1 Kepala Desa yang tersandung masalah hukum, dan yang heboh sekarang kasus yang menjerat Kepala Desa Kadatong dengan dugaan pelecahan seksual.
Akhirnya beberapa Kepala Desa di Kabupaten Takalar berharap agar Apdesi Sebagai organisasi tempat bernaung Kepala Desa bisa hadir di tengah-tengah mereka dalam memberikan Advokasi terhadap kasus-kasus ini. paling tidak memberikan support buat Kepala Desa yg tengah tersandung kasus.
Diketahui Bahwa Apdesi Kab. Takalar yang selama ini di nahkodai oleh Wahyudin Mapparenta telah berakhir masa jabatannya sejak tahun 2021, Namun hingga saat DPD Apdesi Provinsi Sulawesi Selatan belum pernah sekalipun melakukan konsolidasi dengan Kepala Desa yg ada di Kab.Takalar
” Seharusnya Ketua Apdesi Sulawesi Selatan sesegera mungkin melakukan fasilitasi untuk dilakukan Muscab di Kab. Takalar ” Tegas salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Mangarabombang
Sementara itu Beberapa kepala Desa yang ada di Kecamatan Polongbangkeng utara menuturkan hal yg sama ” Kita ini ibarat anak yg tidak punya orang tua, Olehnya itu kami meminta kepada DPD APDESI Sulawesi Selatan dalam hal ini ibu Sri Rahayu sebagai ketua Apdesi agar segera melakukan fasilitasi untuk dilakukan pemilihan Pengurus APDESI di Kab.Takalar” ujarnya, Selasa, 28/11/2023
Sementara itu Kepala Desa yang ada di Kepulauan Tanakeke juga mempunyai harapan yang sama, Wahyudin Mapparenta yang sempat menahkodai APDESI Kab. Takalar yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris APDESI Sulawesi Selatan harusnya dengan beberapa kejadian yang ada Lebih pro aktif dalam melakukan fasilitasi terbentuknya Kepengurusan APDESI di Kab. Takalar
(*)











