Sekilas Indonesia, Bangka Selatan – Kepala Sekretariat (Kasek) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bangka Belitung, Roy Maryuna Siagian meminta kepada seluruh jajaran anggota Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bangka Selatan untuk menjaga integritas menjelang tahapan Pemilu 2024.
Demikian disampaikan Roy sapaan akrabnya, usai kegiatan fasilitasi pembinaan dan penguatan kelembagaan di hari ke 2, yang berlangsung di Grand Marina Hotel Toboali Sabtu (24/6/2023) pagi.
“Sebagai garda terdepan, kami menekankan kepada Pengawas Kecamatan,Kelurahan dan Desa (PKD) untuk menjaga integritas dan netralitas serta kemandirian dalam bekerja, karena dalam hal ini lokus-lokus pada pengawasan itu ada di kelurahan Desa,” ujar Roy.
Menurut Roy, hal itu dilakukan agar penanaman nilai-nilai integritas terhadap Panwaslu dapat jauh lebih tinggi, dikarenakan kedepannya akan banyak intimidasi, tekanan, rayuan ataupun lain sebagainya dari berbagai pihak yang memiliki kepentingan.
“Selama ini kita tahu kejadian-kejadian itu sering terjadi di kelurahan dan desa. Untuk itu kami memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai integritas kepada anggota Panwaslu di Kabupaten Bangka Selatan,” ujar dia.
Ia juga menjelaskan, selain memberikan penguatan nilai-nilai integritas, pihaknya juga memberikan penguatan terhadap jajaran sekretariat khususnya di kecamatan untuk bisa menjalin komunikasi dan bersinergi dengan berbagai pihak.
“Melalui kegiatan ini diharapkan kawan-kawan komisioner di kecamatan dapat menjalin komunikasi-komunikasi dengan baik, agar kedepannya dapat ter fasilitasi dan dukungan dari berbagai pihak, baik itu dari sisi kegiatan, sisi administrasi maupun dalam dukungan di lapangan nantinya,” jelas dia.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Bawaslu Bangka Selatan yang sudah solid dalam memberikan penguatan kelembagaan sehingga solidaritas dalam bekerja dapat berjalan sesuai rencana secara struktur.
“Apa yang kami lihat saat ini semoga Bawaslu Bangka Selatan tetap solid dalam membangun kinerja pengawasan secara jenjang. Karena kita tahu tensi tahapan semakin tinggi dan SDM terbatas sehingga pola strategi ini harus tetap kita pertahankan secara bersama,” pungkasnya.
(Riki)











