Daerah

Pasca Banjir Bandang Petani Kalapanunggal Keluhkan Tak Bisa Garap Sawah, Ini Kata Kadistan Lebak

×

Pasca Banjir Bandang Petani Kalapanunggal Keluhkan Tak Bisa Garap Sawah, Ini Kata Kadistan Lebak

Sebarkan artikel ini

SEKILASINDONESIA.ID, LEBAK – Sejak kejadian banjir bandang area pesawahan yang ada di Kampung Kalapanunggal Desa Sukasari Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak, hingga kini warga belum bisa menggarap sawahnya. Pasalnya, lahan persawahan dan saluran air tertutup pasir hingga sekitar 1 meter.

Hal ini diungkapkan Herli Suhendi, warga Kampung Kalapanunggal Desa Sukasari Kecamatan Cipanas sekaligus Ketua Kelompok Tani Nunggal Jaya, kepada wartawan Sekilas Indonesia, Senin (30/05/2022), ia mangaku bahwa Sudah mengajukan permohonan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Lebak.

Click Here

“Kami pun sudah mengajukan permohonan bantuan melalui proposal untuk normalisasi area pesawahan pada tahun 2020 dan tahun 2021. Kepada dinas pertanian tapi hingga saat ini belum ada realisasi apapun dari Dinas Pertanian atau Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak,” ungkapnya.

Lanjut Herli, sudah dua tahun lebih petani di Kalapanunggal tidak bisa menggarap sawah nya, hingga terbengkalai.

“Harapan kami agar pemerintah Daerah melalui dinas pertanian kab lebak agar senantiasa dapat membantu dan memikirkan nasib petani,” imbuhnya.

Disisi lain, kata Herli, program pemerintah daerah melalui kegiatan konservasi lahan dan optimasi lahan “Flood Management in Selected River Basins ( FMRSB) tahun 2022” sedang berjalan kegiatannya.

“Dan di Kecamatan Cipanas pun ada 4 kelompok tani yang mendapatkan kegiatan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Rahmat Yuniar SP, MSi., Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Lebak, saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sedang berupaya dan sedang menunggu rekomendasi untuk membangun irigasi menuju area pesawahan tersebut.

“Sudah di survey oleh konsultan dan sudah masuk kedalam kegiatan FMSRB, kita menunggu rekomendasi, kalau sudah keluar rekomendasi, Insya Allah tahun sekarang dan mudah mudahan bulan Juli 2022 juga sudah MoU, nanti kita juga bisa koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Lebak,” katanya.

(Usep).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *