Daerah

Momentum Hari Pahlawan, Komando Wilayah GAM Luwu Raya Turunkan Kader Baru

×

Momentum Hari Pahlawan, Komando Wilayah GAM Luwu Raya Turunkan Kader Baru

Sebarkan artikel ini

PALOPO – Momentum 10 November sebagai hari Pahlawan Nasional, Komando Wilayah Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya melakukan aksi unjuk rasa tentang adanya dugaan permainan bisnis alat kesehatan berupa Polymerase Chain Reaction (PCR) yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona, aksi unjuk rasa tersebut di gelar di pertigaan Taman I love Kota Palopo, Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan, Rabu, (10/11/2021).

Jenderal lapangan, Tigor dalam orasinya menyampaikan bahwa diduga alat PCR yang digunakan untuk mendeteksi genetik virus corona dan untuk keperluan persyaratan kebaerangkatan pesawat diduga adanya permainan bisnis dalam menentukan harga PCR.

Click Here

“Dugaan kami adanya permainan bisnis dalam harga PCR ini dikarenakan tidak ada penetapan harga tetap dari pemerintah tentang harga PCR, dulu awal masuknya Pandemi Covid-19 serta diberlakukan nya PCR ini untuk mendeteksi genetik virus corona, harga PCR ini sampai harga jutaan rupiah, namun pasca publik menyoroti mahalnya harga PCR di Indonesia, Pemerintahan langsung menurunkan harga PCR ini hingga Rp. 300.000, lalu berapakah harga PCR sesungguh nya ini ? inilah yang kemudian kami anggap dari Gerakan Aktivis Mahasiswa bahwa adanya dugaan perputaran Bisnis di Lab PCR”, Ujar Tigor dalam orasinya.

Semantara itu Jendral Komando Wilayah GAM Luwu Raya, Apet mengatakan jika betul adanya dugaan alat PCR ini dibisniskan yang melibatkan pejabat negara, perbuatan tersebut sangat tidak manusiawi di saat bangsa Indonsia masih berjuang menghadapi Covid -19, dibalik tersebut ada oknum yang ingi meraup keuntungan, dan jika betul melibatkan pejabat petinggi negara, aparat penegak hukum harus betul- betul menindak tegas pejabat tinggi tersebut tanpa memandang siapapun dia.

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Komando Wilayah GAM Luwu Raya, mereka membakar ban bekas dan membentangkan spanduk yang bertuliskan isu dan tuntunnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *