JENEPONTO – Rembuk Stunting dengan melibatkan lintas sektor dan lintas program yang di gelar di 20 desa yang masuk kategori penanganan stunting tahun 2021, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto.
Terdapat dua desa terakhir digelarnya rembuk stunting yakni, Desa Barana Dan Desa Pappaluang kecamatan Bangkala Barat. Sabtu (29/8/2021).
Didesa Pappaluang dihadiri oleh kepala dinas kesehatan Syusanti Mansur, SKM,
sekcam bangkala barat, kepala puskesmas barana, kades Pappalluang, Kadus, kader posyandu, ketua PKK Pappalluang, kader KPM, Remaja peduli kesehatan dan serta yang hadir.
Kepala dinas kesehatan Jeneponto Syusanti Mansur menjelaskan, bahwa terkait Jaring Smart, yakni menjaring remaja peduli kesehatan persiapan menjadi orang tua berkualitas.
“Tujuanya, adalah dalam rangka menurunkan angka prevalensi stunting di 20 desa/Kelurahan Lokus stunting di kabupaten jeneponto demi terwujudnya Jeneponto bebas stunting THN 2023,” ucapnya Kadinkes dihadapan peserta yang hadir.
Pada kesempatan itu pula, pemerintah desa Pappaluang akan menyediakan PMT untuk ibu hamil, menyediakan PMT anak balita, melakukan kelas ibu hamil yang dikoordinir bidan desa dan bidan dusun, memberikan insentif kader posyandu, remaja peduli kesehatan desa Pappalluang yang akan membantu dan mendukung kegiatan program kesehatan di Pappalluang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto Syusanti Mansur membuka rembuk stunting di desa jenetalasa kecamatan rumbia. Pertemuan koordinasi konvergensi lintas sektor dan lintas program (Rembuk Stunting) Tingkat desa/kelurahan digelar selama 6 Hari dengan satu hari agendanya satu hari 4 Desa sampai 2 Desa.
(Firmansyah)











