LEBAK – Pelaksanaan pembangunan Jembatan Buntu Kasungka yang berlokasi di kampung Cidadap Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Lebak. Sudah rampung dan mulai bisa digunakan oleh pengguna jalan. Namun menyisakan pertanyaan sejumlah warga. Pasalnya, belum lama digunakan, bahu (jalan penyambung jembatan) sudah terlihat mengelupas.
Hal ini dikatakan Hendra Yusuf, salahsatu pengguna jalan, mengungkapkan, sebagai warga minta kembali kepada pihak terkait dalam pembangunan jembatan ini untuk ditinjau ulang ke lokasi, “Kenapa? Saya melihat ada beberapa kejanggalan berupa kerusakan bahu jalan (jembatan_red), ada retakan beton, bahkan mulai bergelombang,” kata dia.
Menurutnya, apabila ini dibiarkan, khawatir akan berdampak yang lebih besar dimana dampak tersebut berupa jalan yang tidak rata atau genangan genangan air yang terjadi di ujung jembatan, sedangkan itu jembatan yang baru dibangun dengan dana yang cukup besar, seharusnya pekerjaannya sempurna.
“Maka dengan ini saya minta agar PUPR Lebak segera turunkan Tim untuk meninjau ulang, terjadinya kerusakan tersebut akan berdampak pada pembangunan pasangan batu (TPT) di kanan dan kiri jalan, akan terjadi dorongan dari amblasnya ujung jembatan tersebut, sedangkan masih aliran sungai,” imbuh Hendra, yang juga pernah bergabung di bidang jasa konsultan.
Masih kata Hendra, “Kepada kontraktor segera lakukan kebersihan di lokasi pekerjaan, ada beberapa besi/baja masih tertinggal, segera angkut agar aliran air lancar,” tandasnya.
Sementara itu, Galih Januar Pamungkas, Aktivis Lebak Selatan, menyayangkan hal ini, “”Yang saya tahu, pasca pembangunan pada tanggal 15 Desember 2020 itu jembatan Cidadap baru dibuka dan bisa dilalui oleh pengguna jalan namun sangat disayangkan baru sekitar empat hari digunakan, bahu jembatan sudah ngelupas,” kesalnya.
Menurut Galih, Jembatan dengan Panjang 10 M2 Lebar 5 M2 yang dibangun dengan biaya sebesar Rp. 804.760.000 dari APBD Lebak Tahun Anggaran 2020 itu, seharusnya kondisinya kokoh dan kuat.
“Untuk itu, Saya meminta agar pihak DPUPR Kabupaten Lebak segera turun ke lapangan untuk meninjau langsung, dan segera memperbaikinya, karena kalau dibiarkan retakan itu akan semakin menjalar, sehingga Jembatan akan cepat rusak,” tegas Galih.
Senada dikatakan Ijang Haidar, (28th), Warga asal Kecamatan Wanasalam, mengungkapkan, “Kalau bahu jembatan sudah mulai rusak itu kan melihat udah hancur ada serpihan serpihan betonnya udah hancur, khawatir kalau bahu jembatan rusak takut digenangi air lama lama makin parah,”
Sedangkan, lanjut Ijang, bahu jembatan itu bagian dari penopang jembatan, “Nah, kalau bahu jembatan sudah rusak ini berarti ada yang kurang dalam pembangunan ini, takutnya penyangga kekuatan takutnya pas di jembatan cepat rusak,” tandasnya.
Terpisah, Hamdan Soleh, Kabid Pemeliharaan Jalan, DPUPR Lebak, mengaku akan segera meninjau, “Belum bisa komentar banyak, karena belum lihat langsung,” jawabnya saat dikonfirmasi melalui komunikasi WhatsApp.
Reporter : Usep.











