SERANG – Keseriusan Pujianto menuju Pilkada Pandeglang akhirnya membuahkan hasil. Pasalnya, Pujianto yang merupakan kader Partai Nasdem mendapat restu dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Banten untuk maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Pandeglang.
Dikatakan Edi Ariadi, Ketua DPW Partai Nasdem Banten, “Saya sudah tanya ke beliau (Pujiyanto). Kalau memang kesempatannya ada, kenapa nggak. Beliau sudah saya tanya, beliau siap,” ujar Edi, usai menggelar rapat internal pengurus di Kantor DPW Partai Nasdem Banten, Selasa, (07/07/2020).
Bukan tanpa alasan restu itu diberikan. Menurut Edi, Peluang koalisi parpol poros perubahan untuk menang sangat kuat. Maka dari itu, NasDem memberi kesempatan kepada Pujianto untuk turut serta dalam bursa bacalon bupati atau wakil bupati di Pilkada Pandeglang.
“Saya dengar disana beda. Koalisi perubahan sangat kuat. Kebetulan kakak Pujiyanto ikut disana. Kenapa tidak kita berikan kesempatan dan mudah-mudahan berhasil,” imbuhnya.
Masih kata Edi, Sejauh ini yang diketahui NasDem, Pujiyanto sudah melakukan komunikasi politik dengan parpol-parpol. Terakhir Pujianto hadir dalam deklarasi PPP dan PKB, beberapa waktu lalu.
Sekali lagi kata Edi, positifnya Pujianto untuk maju dalam kontestasi pilkada Pandeglang didukung NasDem dan berpeluang. Karena secara hitung-hitungan kekuatan politik, lanjutnya, parpol koalisi poros perubahan sudah bisa bertarung dengan koalisi petahana. Tinggal nanti bagaimana bacalon berkomunikasi dengan parpol koalisi perubahan dan keputusan dari DPP.
“Pokoknya kembali lagi hitung-hitungan potensi. Hitung-hitungan diatas kertas sudah lumayan. Dan memang ini yang diharapkan juga oleh masyarakat Pandeglang. Sekali lagi saya selaku DPW, memberikan restu. Tinggal seperti apa keputusanya, nanti di DPP,” ungkap Edi.
Sementara itu, Pujianto, Bacalon Wakil Bupati Pandeglang, mengaku bersyukur NasDem Banten telah memberi restu kepadanya untuk maju di Pilkada Pandeglang. Kepada Ketua DPW Nasdem Banten, ia telah menyampaikan keseriusannya maju bacalon wakil bupati mendampingi bacalon bupati Pandeglang yang didorong PPP-PKB, Thoni Fatoni Mukson untuk melawan petahana.
“Saya berterimakasih beliau (Ketua Nasdem Banten, Edi Ariadi) sudah menyampaikan ke kader semua, bahwa beliau sudah memberikan restunya untuk saya dan tinggal kita menunggu partai koalisi lain. Mudah-mudahan partai koalisi lain sepakat untuk memberikan rekomnya kepada Thoni Mukson dan saya,” ungkapnya.
Dalam restu itu, kata politisi Nasdem ini, Ketua DPW Nasdem memberi arahan agar dirinya menempuh mekanisme yang ada di dalam partai. Kemudian dia juga diminta untuk melakukan lobi politik dengan parpol koalisi perubahan.
Diakui Pujianto, timnya sesuai arahan DPW telah mempersiapkan kekuatan untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya karena dalam waktu dekat akan digelar survei bacalon.
“Alhamdulilah, kita sudah intens komunikasi politik dan kita sudah mempersiapkan segalanya dari sekarang. Termasuk kita mau survei, nanti malam juga saya akan menyiapkan logistik alat peraga. Mudah-mudahan disana bisa masuk di spot (lokasi) kosong yang tidak pro dengan petahanalah. Artinya sesuai target, apa yang kita lakukan insya Allah mekanisme yang sudah kita tempuh ini bisa sesuai harapan,” ungkapnya.
Puji mengaku, tidak mau main-main bertarung melawan petahana di Pilkada Pandeglang. Karena segala sesuatunya dipertaruhkan termasuk jabatannya sebagai anggota DPRD Serang.
“Saya harus mengorbankan jabatan saya sebagai anggota DPRD Serang. Ini kan cukup susah payah juga memperjuangkan ini,” paparnya.
Meskipun begitu, ia tetap bertekad penuh maju dalam kontestasi pilkada Pandeglang. Ia mengaku maju sebagai bentuk loyalitasnya kepada masyarakat pada umumnya dan NasDem khususnya. Karena pilkada ini adalah kesempatan dan momentum berharga baginya bisa bertarung dengan petahana.
“Ini kan adalah momentum, kesempatan. Kalau kita pandai, pintar untuk memanfaatkan momentum ini, insya Allah, partai kita besar dan pengabdian kita ke masyarakat juga akan terasa,” terangnya.
“Jadi maju terus pantang mundur. Pada prinsipnya kita mengejar kemenangan, dan kita ikhlas menerima kekalahan. Petahana harus dilawan, karena seperti yang saya sampaikan dalam orasi politik di PPP-PKB lalu, ini pertarungan birokrat dan kekuatan rakyat,” tutupnya.
Reporter : Usep_Red











