Daerah

Padi Muna Segera Panen, BEM FEB UHO Desak Bulog Serap Gabah Petani

×

Padi Muna Segera Panen, BEM FEB UHO Desak Bulog Serap Gabah Petani

Sebarkan artikel ini
Aldin (baju hitam) bersama Gustam (baju almater) kuning

MUNA – Petani padi akan memasuki musim pane raya berada di lokasi cetak sawah baru, Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara ditengah  merebaknya wabah Covid-19, serapan hasil panen petani berupa gabah terancam turun harga.

Aldin, selaku Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Haluoleo (UHO) menjelaskan sama awak media

Click Here

“Saat ini harga gabah panen di tingkat petani cukup bervariasi. Meski ada yang di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang mencapai Rp 4.200 per kilogram, namun ada juga yang di bawahnya, yaitu di kisaran harga Rp 3.800 hingga Rp 4.000 per kilogram tergantung kondisi gabah” ungkap Alummi SMA 1 Watopute ini

Menanggapi permasalah itu, Aldin yang tergabung dalam kelompok Militan Milenial Muna (M3) meminta Sub-Divre Perum Badan urusan Logistik (Bulog) setempat membeli gabah dan padi milik petani guna mengejar target penyerapan beras yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Ini sesuai dengan arahan Menteri Perdagangan agar Bulog menjaga stok pangan dalam kondisi darurat Corona,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Aldin juga mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Muna segera berkoordinasi dengan Bulog sehingga ketersediaan gabah dan padi dapat terserap dipasar dan harga gabah di tingkat petani tidak anjlok.

“Untuk membantu proses penyerapan tersebut, Pemda Muna juga harus menyiapkan gudang yang dapat digunakan Bulog guna menampung gabah yang dibeli dari petani” ucapnya

Hal senada disampaikan oleh Ketua BEM FEB UHO, Muhammad Gustam.
“Saya mengingatkan agar dalam musim penghujan seperti ini perlu kebijakan khusus menyiasati situasi.

jika Bulog kesulitan penjemuran gabah, Pemda Muna mesti menyiapkan mesin-mesin pengering yang dapat digunakan untuk mengeringkan gabah, sehingga desakan komitmen Bulog untuk menyerap gabah petani tetap dapat berjalan,” tuturnya

Berdasarkan data yang paparkan salah satu penyuluh pertanian Desa Bente, La Ode Lambela, area sawah yang akan dipanen seluas 67 hektar (ha) dengan kisaran produktivitas sebesar 3,8 ton per hektar gabah kering panen (GKP). Sawah ini dikelolah oleh kelompok tani Salena I dan Salena II.

Jika mengacu pada Permendag nomor 24 tahun 2020 pasal 3 ayat (1) huruf a tentang penetapan harga pembelian pemerintah untuk gabah atau beras, harga pembelian gabah kering panen dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10% sebesar Rp4.200/kg di petani atau Rp4.250/kg di penggilingan.

“Seandai saja, gabah hasil panen petani dibeli oleh Bulog, maka stok beras sub divre di Muna akan bertambah  254,6 ton. Selain itu, petani yang tergabung dalam kelompok tersebut akan memperoleh omzet sebesar Rp1,07 Miliar atau Rp15,97 juta/hektar. Tentu ini dapat membantu ekonomi petani dalam kondisi sulit seperti ini” tegas Gustam.

(AL-69)

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d