PASANGKAYU – 3 (tiga) paket pekerjaan renovasi jembatan gantung melekat di Dinas Perhubungan Kabupaten Pasangkayu yakni (jembatan-red) Raiye’ di Dusun Kampung Tengah, Bunja Mata di Dusun Labuang dan satu terletak di Dusun Martajaya, Kecamatan Pasangkayu dengan pagu anggaran 2019 sebesar Rp. 1.090.020.200.
Sekertaris Perhubungan, Abdul Haris saat ditemui diruang kerjanya mengatakan,
“Rabu 12 Februari, Kami akan memanggil pihak rekanan dalam hal ini kontraktor yang telah mengerjakan jembatan gantung tersebut dan kita juga ketahui bahwa itu sudah mendapat sorotan dari warga sekitar Dusun Kampung tengah dan Dusun Labuang Kecamatan Pasangkayu,” tegasnya.
“Sebelumnya, kami sudah sampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kiranya pekerjaan jembatan gantung Raiye’ serta (jembatan-red) Bunja Mata tidak menjadi sorotan bagi warga sekitar,” imbuhnya.
Tapi ternyata menjadi sorotan, dia mencontohkan kalimat warga, bahwa jembatannya kurang lebar bahkan motor viar tidak bisa lewat, sedangkan untuk Bunja Mata di Dusun Labuang juga menjadi sorotan mereka, saat jembatan (Bunja Mata-red) dilalui terlalu goyang.
“Jembatan gantung Bunja Mata juga dikeluhkan warga, katanya ketika dilalui (jembatan-red) tersebut terlalu goyang ketika mengendarai sepeda motor,” ungkap Abdul Haris.
Disinggung terkait pagu anggaran tahun 2019, Abdul Haris katakan, renovasi jembatan Raiye’ di Dusun Kampung Tengah, Bunja Mata di Dusun Labuang dan satu terletak di Dusun Martajaya, Kecamatan Pasangkayu dengan pagu anggaran 2019 sebesar Rp. 1.090.020.200.
Sementara untuk proses tender itu saya tidak tahu – menahu soal kontrak kerja pembangunan jembatan, saat itu menjabat Pelaksana Tugas (Plt) pergantian 2019 lalu, saya hanya tahu bahwa ditahun (2019-red) ada 3 pekerjaan jembatan gantung dan 1 tambatan perahu di Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang dengan nilai Rp. 950.000.000, jadi jumlah keseluruhan sekisar 2 Milyar lebih.
“Namun, pencairan saat itu saya tidak memiliki alasan untuk tidak bertanda tangan, disebabkan semua pelaksana dari PPK hingga PPTK sudah bertanda tangan dan menyatakan bobot pekerjaan mencapai 100%, sedangkan anggaran perawatan senilai 5% belum dicairkan,” terangnya.
Baca juga:
https://www.sekilasindonesia.id/2020/02/07/jembatan-raiye-dikeluhkan-warga-sekitar/
Senin, (10/02/2020).
Reporter: Roy Mustari











