Daerah

Kepala PAUD/TK di Takalar Keluhkan BOP Lambat Cair dan Diduga Ada Pungli saat Pelatihan

×

Kepala PAUD/TK di Takalar Keluhkan BOP Lambat Cair dan Diduga Ada Pungli saat Pelatihan

Sebarkan artikel ini
Foto. nampak depan, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar.(Suherman/SI/TKLR)

TAKALAR, SEKILASINDO.COM – Salah satu Kepala PAUD/TK di Kabupaten Takalar inisial SY, mengeluh, belum menerima Biaya Operasional Pendidikan (BOP) tahap II TA 2018-2019.

Hal itu telah diatur sesuai dengan Juknis Permendikbud 2019 Tentang pencairan dana BOP tercantum bahwa dana BOP itu dibayarkan dalam dua tahap dalam setahun dengan penyusuaian bahwa tahap pertama dibayarkan pada bulan maret dan tahap ke dua dibayarkan bulan agustus.

Click Here

SY menjelaskan bahwa pembayaran sesuai data Dapodik 2018 – 2019 melalui dua tahap yaitu tahap pertama di bulan Mei 2019 dan tahap ke dua di bulan Agustus.

Saat SY konfirmasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar di bidang TK/PAUD. Dirinya menerima informasi bahwa yang dibayarkan hanya sesuai data Dapodik tahun ajaran baru 2019-2020.

“Jadi pertanyaan kami adalah, mana yang data Dapodik semester dua 2018-2019. Kenapa belum dibayarkan,” tanya SY, Senin (25/11/2019).

Selain itu, SY juga menyampaikan setiap kegiatan pelatihan operator maupun pelatihan Kepala PAUD/TK di Makassar, ada biaya setoran senilai Rp.500.000.

“Kami disuruh menyetor uang sebesar Rp. 500 ribu per sekolah. Saya rasa itu sangat merugikan, juga termasuk pungutan liar dan melanggar aturan nomor 20 Tahun 2001 dari Pasal 423 KUHP yang dirujuk dalam Pasal 12 UU No.31 Tahun 1999,” jelas SY.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang TK/ PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Hj. Dahlia, menyebutkan dana BOP 2018-2019 telah ada di kas daerah.

“Dana BOP 2018-2019 sudah ada di kas daerah dan SK penetapan bupati juga sudah selesai. Insyaallah awal bulan Desember pencairan kalau berkas dari sekolah TK/PAUD sudah lengkap,” jelasnya, melalui WhatsApp, Senin (25/11/2019).

Dan mengenai persoalan dana pelatihan, Dahlia, mengaku hanya sebagai pemateri

“Saya sebagai pemateri saja dalam setiap pelatihan kegiatan itu. Dan untuk penyusunan RKAS pelatihan itu dilaksanakan oleh K3S  bidang PAUD.

(Suherman)

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d