JENEPONTO, SEKILASINDO.COM – Kantor Kelompok Internet Masyarakat ( KIM ) di dekat Jalan Lingkar atau Jalan Pannara Tembus bulo-bulo Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto di duga tidak jelas manfaatnya.
Kantor KIM yang sama sekali tidak mirip Kantor ini menelan Dana dari KPDT kurang lebih 1 M pada Tahun 2015/2016 lalu. Kalau kita melihat bangunannya, mirip Rumah pribadi.
Dimana kantor tersebut tak memiliki Papan nama Kantor. Sehingga
Ketua Serikat Pers Reformasi Nasional (Sepernas ) DPC Jeneponto , Muhammad Arif, menemui orang yang tinggal di Kantor KIM tersebut. Sabtu, (26/10/2019)
Pada saat Muhammad Arif berkunjung di Kantor KIM, terlihat
keadan Kantor yang mirip dengan rumah pribadi itu, tertutup rapat mulai dari pagar hingga pintu masuk. Setelah lama mengetuk, akhirnya keluar juga orang yang tinggal didalam yang mengaku
Kepala Seksi Pos dan Telekomunikasi Kominfo Jeneponto. Ir. H. Arifin.
Ir. H. Arifin mengatakan kepada Ketua Sepernas, dirinya tinggal di Kantor KIM karena tak ada yang merawat Komputer yang berjumlah 15 unit, 13 unit masih baik dan dua unit rusak dari awal tahun 2016 lalu.
Semua Komputer ini dari Jakarta yaitu KPDT. Pernah ada kegiatan di tahun 2017 lalu, tetapi tidak lama, sehingga sampai hari ini tak ada lagi kegiatan karena tidak ada jaringan, akunya Ir. H. Arifin yang dikutip Muhammad Arif.
H Arifin juga mengatakan ke Muhammad Arif, tidak ada lahan yang disiapkan Pemerintah Jeneponto sehingga yang sediakan lahan disini orang Jakarta, tapi saya sudah lupa namanya, kata H Arifin.
Menurut warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa yang bayar tanahnya adalah H. Arifin sendiri dengan harga 400 ribu per meter, dibeli 20X20 meter dan dibangun 15X15 Meter., “Aneh juga ya, kalau Lahan itu milik Ir. H. Arifin sendiri.”
Dan bangunan ini selesai dikerja hanya satu bulan dan biaya tukang H. Arifin sendiri yang bayar, namun Kepala Seksi Pos dan Telekomunikasi Kominfo Jeneponto ini masih berbelit dan mengatakan tidak tahu siapa kontraktornya, PT mungkin karena saya sudah lupa namanya, katanya H. Arifin kepada Ketua Sepernas.
“Kami selaku masyarakat Jeneponto, kesal dengan pernyataan H. Arifin, dimana dia mengatakan tidak ada lahan dari Pemda Jeneponto. Lebih anek lagi, Proyek ini terlaksana karena ada temannya di KPDT atas nama Susilo yang menghubungi H. Arifin untuk dibangun Kantor yang mirip Rumah sehingga diduga ada kongkalikong, Ujarnya Arif.
Secara terpisah salah satu warga Btn. Anwar Jaya yang bertetangga dengan Kantor tersebut menyampaikan bahwa kuat dugaan
Kantor tersebut sengaja di Bangun di Daerah yang tidak terjangkau Jaringannya agar bisa dijadikan Rumah Pribadi oleh Ir.H.Arifin.
“Kita lihat saja masa ada kantor tak memiliki papan nama Kantor sehingga tidak ada tanda tanda bahwa bangunan itu Kantor atau rumah pribadi,” ungkapnya warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
(Iqbal).











