MUNA, SEKILASINDO.COM – Sangat disayangkan pembangunan jalan pemukiman di Kelurahan Watopute Kecamatan Watopute dengan mengunakan biaya Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2019 sebesar Rp 135.500.000 dikerjakan secara serabutan.
Ironisnya dalam proses pemadatan material (diwalas) dikerjakan pada malam hari, dimana Seketaris Lurah (Seklur) menggunakan lampu motor sebagai penerang jalanya alat berat
Ini bisa membuat public bertanya – tanya kenapa harus diwalas malam kenapa tidak menunggu paginya.
Ketua Karang Taruna Sonewura Kelurahan Watopute Mualim Mbar sangat menyayangkan tindakan dilakukan pihak kelurahan dalam pengelolaan anggaran Kelurahan
Seharusnya Lurah Watopute memasang papan informasi kegiatan dan jumlah anggarannya didepan kantornya, memperlihatkan item – item kegiatan yang akan dikerjakan
Ini seolah – olah anggaran Kelurahan ini ditutupi, sehingga terkesan penggunaan anggarannya tidak transparan.
“Pekerjaan pemadatan material jalan saja, dilakukan malam hari dan hasilnya tidak sesuai dengan Bestek
kalau ada yang lewat disitu harus berhati – hati bergelombang jalananya, ini memperlihatkan pekerjaan cuma mencari keuntungan banyak dibandingkan dengan asas manfaatnya” tuturnya
Ini harus diperhatikan pihak pemerintan khususnya Inspektorat jangan menunggu diatas meja saja, harus turun dilapangan melihat menginvestigasi pekerjaan yang mengunakan anggaran negara tapi hasilnya serabutan, ucapnya
Notabenenya Lurah Watopute akan segera pensiun tapi jangan meninggalkan jejak pembangunan yang tidak bagus, tegasnya.
(Mualim)











