Daerah

Warga dan HIPMA Sulabar Gagalkan Peserta Festival Gabalil Semberangi Jembatan

×

Warga dan HIPMA Sulabar Gagalkan Peserta Festival Gabalil Semberangi Jembatan

Sebarkan artikel ini

SULA, SEKILASINDO.COM – Protes masyarakat Sula Barat bersama Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula Barat (HIPMA-SULBAR) mencegat peserta Lomba Laka Gabalil, (Jalan Keliling Tanah Sula), saat melintasi jembatan penghubung antara Desa Kabau Pantai dan Kabau Darat, Sabtu (18/08/2019).

Pantauan Media Ini, Portes tersebut tidak terbendungi, Dimana warga
Kecamatan Sula Besi Barat Desa Kabau Pantai, Kabupaten Kepulauan Sula, Propinsi Maluku Utara, atas kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepsul, Puncaknya pada peringatan hari ulang tahun (HUT) 74 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia (RI).

Click Here

Alhasil, tidak satu pun peserta Laka Gabalil yang lolos melintasi di atas jembatan. peserta Laka Gabalil terpaksa menggunakan perahu fiber yang disediakan pemerintah Desa setempat. Sebab, puluhan warga dan HIPMA-SULBAR sudah tumpa ruah di sepanjang jembatan yang panjang kurang lebih 100 meter itu. Warga menuntut agar peserta membayar karcis seharga Rp 300 ribu jika hendak melintas.

Ketua, HIPMA-SULBAR, Irwan Fokatea. Aksi warga Sulbar tersebut bagian dari sikap protes terhadap Pemda Sula terutama Bupati Hendrata Thes yang dinilai berbohong pada warga dalam aspek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Sulbar.

“Ini bagian dari sikap protes kami terhadap Pemda Sula yang tidak sedikit pun hiraukan nasib warga Sula Barat, terutama pada aspek infrastruktur jalan. Jalan lintas Sula Barat terutama di Lida Mantua (Gunung Mantua), sudah menelan setidaknya 4 korban meninggal dunia,” kata Irwan

Murid Umamit, Tokoh Masyarakat Kabau, Kami sama sekali tidak melarang peserta melintasi jembatan ini. Kami hanya meminta agar membayar karcis jika ingin melintas. Sebab, jembatan ini dibuat atas keringat warga.

Bukan dari pemerintah. Lagi pula kondisi jembatan sangat tidak layak untuk lentasi banyak orang.

“Dijelaskan, jembatan tersebut murni hasil keringat warga Kabau dan tidak ada satu pun sumbangsi dari Pemda Sula”. ucap Murid

Lanjut, Mufid, Ini murni swadaya masyarakat, pemerindah Desa serta aparat keamanan yang saat itu bertugas di Kecamatan Sula Barat. Bukan dari Pemda. Tiang beton jembatan dipungut dari warga Desa Kabau Pantai dan Kabau Darat.

“Karena itu, selaku tokoh masyarakat, saya (Murid) mewakili warga Sula Barat umumnya dan warga desa Kabau sangat mendukung dengan aksi protes adik-adik mahasiswa asal Sula Barat ini”. Cetus Murid.

Salain itu, Murid juga menyentil terkait pernyataan salah satu oknum yang menyatakan jembatan tersebut hasil buah tangannya saat KKLI di Desa Kabau beberapa tahun lalu.

Selaku tokoh masyarakat, saya menolak keras klaim tak berdasar yang disampai oknum tersebut.

“Mereka (Makasiswa) KKLI harus bersyukur karena dengan dukungan masyarakat laporan mereka bisa selesai. Buah tangah mereka pun sudah tidak ada lagi. Karena sudah rusak dan direnovasi kembali oleh warga. Jadi kami menolak keras soal itu,” tukasnya.

Penulis: Jamil Gaus

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *