Daerah

Ali Abdin: Ruslan Memang Berpengalaman di Birokrasi, Tapi Disarankan Belajar Lagi Tentang Sistem Pemerintahan

×

Ali Abdin: Ruslan Memang Berpengalaman di Birokrasi, Tapi Disarankan Belajar Lagi Tentang Sistem Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
Kabag Humas Mubar, Ali Abdin. Foto: Acriel

MUNA BARAT, SEKILASINDO.COM – Segala aktivitas Bupati Kabupaten Muna Barat, La Ode M Rajiun Tumada di Kabupaten Muna, selama beberapa bulan terakhir nampaknya membuat panik dan resah pihak Pemda Kabupaten Muna.

Keresehan itu ditunjukan Asisten I Pemda Muna, LM. Ruslan Ibu, yang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Cq. Gubenur Sultra untuk menegur Bupati Mubar, La Ode M Rajiun Tumada yang intens melakukan kunjungan di wilayah Kabupaten Muna yang dipimpin oleh Rusman Emba.

Click Here

Dalam pemberitan di salah satu Media, Asisten I Pemda Muna, Ruslan Ibu menilai Bupati Mubar lebih sering berada di Muna ketimbang menjalankan tugasnya sebagai nomor satu di Mubar, dengan berbagai macam agenda seperti buka puasa, halal bi halal dan bentuk silaturahim.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Mubar, La Ode M Rajiun Tumada melalui Kabag Humas, Ali Abdin menyampaikan sikap yang di tunjukan LM. Ruslan Ibu selaku pejabat Pemerintah di Muna dengan meminta Pemprov Sultra untuk menegur Bupati Mubar merupakan “Kegaualan” Politik.

“Apa yang dilakukan Bupati Mubar, La Ode M Rajiun Tumada di Muna itu, diluar kepentingab Pilkada 2020 nanti,” ucapnya.

Perlu diketahui, kata Ali Abdin, kunjungan Bupati Mubar di Muna bukan bagian dari kegiatan politik.

“Rajiun datang dan masuk di Muna selama ini atas undangan dari masyarakat Muna dan itu tidak salah, karena beliau juga merupakan bagian dari masyarakat Muna. Jadi apa yang disampaikan oleh LM. Ruslan Ibu itu keliru,” jelasnya.

Jika Kabupaten Muna pada Tahun 2020 nanti akan menghelat Pilkada, maka jangan disangkut pautkan dengan kunjungan Bupati Mubar di Muna.

“Kunjungan selama ini murni panggilan masyarakat. Tidak ada kaitannya dengan agenda pemilihan Bupati nanti. Persoalan Pilkada Muna masih terlalu jauh untuk dibahas dan dipikirkan,” ujarnya.

Sambung Ali Abdin, bukan hanya pada saat acara buka puasa bersama, halal bil halal dan acara pesta. Akan tetapi Bupati Mubar juga menghadiri acara kedukaan dan menjenguk keluarga yang sakit di Muna.

“Jadi jangan diinterprestasi sesuai pemikiran LM. Ruslan Ibu,”  tuturnya.

Ali Abdin menyebut, Asisten I Pemda Muna, LM Ruslan Ibu adalah sosok yang memiliki banyak pengalaman dalam bidang Birokrasi Kepemerintahan, akan tetapi harus lebih banyak belajar lagi tentang Sitem Pemerintahan.

“Perlukah saya rincikan dan jelaskan secara detail perjalanan seorang Bupati di hadapan dia, terkait kerja pemerintahan dan pembangunan. Makanya, bedakan namanya kerja pemerintahan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan yakni undangan dari masyarakat,” ujar, Ali Abdin, Jumat (02/08/2019).

Ali Abdin menjelaskan bahwa perjalanan Bupati Mubar, La Ode M Rajiun Tumada di Muna itu sudah terjadwal diluar jam kantor.

Dirinya mengaku bahwa Bupati masuk di Muna menghadiri undangan tercatat pukul 16.30 Wita. Sementara jam Kantor sampai pukul 15.30 Wita. Jadi tidak menganggu roda pemerintahan di Muna. Lagi pula di Mubar saat ini tengah giat-giat membangun.

“Jika Pemda Muna harus meminta Gubenur untuk menegur Bupati Mubar, salahnya di mana dan dari sisi mananya. Masyarakat Muna sendiri yang mengundang Bupati Mubar karena atas dasar kecintaan mereka terhadap sosok Bapak Pelopor Pembangunan, La O M Rajiun Tumada. Beliau juga merupakan bagian dari warga dan suku Muna,” pungkasnya.

Penulis: Acriel

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d