Daerah

Ketua Lembaga MAPANKAN: Memang Kades Sokkolia Tidak Transparansi Kelola Dana Desa

×

Ketua Lembaga MAPANKAN: Memang Kades Sokkolia Tidak Transparansi Kelola Dana Desa

Sebarkan artikel ini

GOWA, SEKILASINDO.COM – Ketua Lembaga Masyarakat Pemantau Anggaran & Kinerja Aparatur Negara (MAPANKAN) DPD Kabupaten GOWA, Fajar Fachri, mengaku sangat kesulitan dalam investigasi terkait pengelolaan Dana Desa di Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Fajar yang bersama 2 orang anggotanya, sudah 3 kali mendatangi Kepala Desa Sokkolia, Syahrir Arfan, tetapi tidak pernah ketemu.

Click Here

“Sejak 4 bulan yang lalu, saya investigasi di Desa Sokkolia, memang tidak ada papan informasi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, Kepala Desanya tidak transparansi dalam pengelolaan dana desa,” ungkap Ketua Lembaga MAPANKAN. Selasa (19/3/2019)

Staf Desa Sokkolia juga di sana juga tidak memberi ruang untuk kita bertemu dengan Kepala Desanya.

“Mereka di sana itu mempersulit akses kami untuk bertemu dengan Kepala Desa, jadi memang sulit ditemui,” ucapnya kepada sekilasindo.com

Sampai sekarang, kata Fajar, lembaganya tidak mengetahui berapa besaran dana desa yang dikelola oleh Desa Sokkolia. Sangking sulitnya informasi, karena tertutup rapat, sehingga dia tidak tahu berapa yang dikelola dan realisasi fisiknya pun tidak diketahui di dusun mana saja.

Padahal jelas Dana Desa dan Alokasi Dana Desa itu sesuai petunjuk teknis, harus dipasang papan informasinya supaya masyarakat juga mengetahui apa saja yang dikerjakan oleh pihak desa untuk masyarakatnya.

Sebagai amanah masyarakat yang telah menunjuknya sebagai Kepala Desa sehingga menjadi pemimpin di desa seharusnya dia transparansi terhadap dana desa, jangan tutup rapat informasi, karena dana itu dana negara dan masyarakat harus mengetahui besaran dana desanya.

Hasil dari investigasi di beberapa dusun yang ada di Desa Sokkolia, sebagian masyarakat mengatakan kepada Lembaga MAPANKAN.

Bahwa Kepala Desa Sokkolia, Syahrir, selama menjabat tidak ada perubahan di desanya.

“Untuk sumbernya dari masyarakat, siapa saja yang menyampaikan seperti itu, ini saya rahasiakan sumbernya,” kata Fajar.

Dan menurutnya seharusnya pemerintah Desa Sokkolia itu mengelola dana desa harus transparansi, tiap fisik pekerjaan harus terpaparkan di papan informasi dananya dan harus di pajang di depan kantor desa.

“Supaya masyarakat tau dan tidak ada prasangka buruk dari masyarakat didalam pengelolaan dana desa,” pungkasnya. (Shanty)

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d