PANGKALPINANG – Tanggung jawab Lembaga Konvensional Melayu (LAM) Kota Pangkalpinang untuk berkontribusi dan membantu program perbaikan Kota Pangkalpinang, tidak hanya gula di inisiasi.
Tak sampai satu bulan setelah digagas oleh Walikota Pangkalpinang Maulana Aklil, para pengurus LAM sudah mulai bergerak memposisikan diri sebagai kaki tangan Pemerintah Daerah Kota Pangkalpinang, khususnya yang diidentikkan dengan tradisi dan budaya Melayu. ke atas 12 proposal telah dibuat dalam Temu Standar utama LAM Pengurus Kota Pangkalpinang 2021-2026, pada hari Jumat, 25 Juni 2021.
12 usulan ini juga telah disampaikan langsung kepada LAM Kota Pangkalpinang. Pengurus kepada Walikota Pangkalpinang Maulana Aklil. Selain menghasilkan 12 saran, LAM Kota Pangkalpinang Para pengurus juga telah menyelesaikan tes Walikota Pangkalpinang untuk melacak nama yang bagus dengan nuansa Melayu untuk dua kamar OR 1 dan tambahan 2, yang telah menjadi ruang pertemuan di Pemerintah Daerah Pangkalpinang.
“Hari ini kami sampaikan kepada seluruh LAM Pengurus Kota Pangkalpinang menyerahkan surat wasiat dua nama ruang OR di Pemda Pangkalpinang. dua nama ini sudah dipilih oleh Walikota Pangkalpinang dari 38 nama usulan dari LAM Kota Pangkalpinang,” kata Pengurus LAM Kota Pangkalpinang, Hermawan Abdul Mutholib, kepada Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, dalam rapat Sekretariat Pangkalpinang Kantor Walikota Pangkalpinang, Jumat (16/.7/2021).











