TAKALAR – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Cagar Budaya di Hotel Kenari Tower, Makassar, selama 3 hari mulai dari hari Jum’at (16/7/2021) hingga Sabtu (18/07/202I).
Pelatihan dilakukan, dalam upaya peningkatan kualitas Pemandu Wisata Warisan Budaya dan Kapasitas masyarakat yang memiliki usaha kepariwisataan dan keterlibatan setiap stakeholder yang akan berdaya saing secara nasional maupun internasional.
Hadir Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Takalar, Darwis, S. Pd. MM, Kabid Pariwisata, Pamateri yakni Ketua Dewan adat Karaeng Galesong, Prof. Aminuddin Salle, Kemenparekraf/Baparekraf, Matius Tinna Sarira,A.md. Ss. M. Hum, CHE, Akademisi Poltekpar, Dr Hj Ratna. M. Pd, CHE.
Juga hadir sejumlah peserta dari Sekretaris Desa, Ketua BPD, LPM, Pokdarwis, Duta Wisata dan Petugas Pariwisata.
Kadis Darwis mengakui, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan bahwa, banyak potensi cagar budaya di Kabupaten Takalar.
“Namun kita ketahui bersama, terkadang tidak tersentuh karena tingkat ilmu dan pengetahuan kita tidak sampe ke sana,” ungkapnya.
Dengan adanya pelatihan ini, Kadis berharap kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan waktu yang ada dan serius dalam mengikuti materi yamg diberikan selama 3 hari tersebut.
“Agar kedepannya bisa dilestarikan, dijaga dan dirawat cagar budaya tersebut, karena jika kita bisa kelola dengan baik maka banyak sektor-sektor kebutuhan yang akan terpenuhi, ucapnya.
Pihaknya juga mengundang beberapa Sekretaris Desa yang sudah terdata memiliki situs budaya agar nantinya desa tersebut bisa membantu Dinas Pariwisata melihat situs atau cagar budaya dalam melestarikan benda-benda pusaka maupun yang bukan benda yang sudah puluhan atau ratusan tahun yang lalu.
Kegiatan ini juga lebih dititik beratkan pada praktek dilapangan secara langsung dengan harapan nantinya para peserta memilki skil yang baik sebagai pemandu wisata di tempatnya masing-masing.
Sementara, Kabid Pariwisata, Amiruddin SE. M. Si, berharap bahwa tujuan kegiatan tersebut agar nantinya dapat dipahami, memverifikasi dan melayani seluruh pemangku kepentingan di bidang kebudayaan agar dapat menumbuhkan rasa pro aktif dan selalu berprilaku positif untuk meningkatkan mutu pemandu cagar budaya, sehingga dapat tercipta sesuai apa yang diharapkan.
Selanjutnya dari pantauan media, kegiatan dilanjutkan mendengar pemaparan para pamateri menjelaskan ciri ciri dan bentuk cagar budaya yang bernilai sejarah, kemudian diskusi antara pamateri dengan peserta pelatihan.
Reporter: Suherman Tangngaji











