JENEPONTO – Bupati Jeneponto Drs. H. Iksan Iskandar, membuka secara resmi kegiatan Aksi III rembuk stunting.
Iksan Iskandar dalam sambutanya menyampaikan, bahwa kegiatan rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan untuk memastikan permasalahan yang ada.
Rencana kegiatan dan pelaksanaan kegiatan intervensi penurunan Stunting yang dilakukan bersama-sama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penanggungjawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dalam upaya percepatan pencegahan stunting.
“Saya berharap Output dari kegiatan rembuk Stunting ini dapat melahirkan Komitmen bersama penurunan stunting khususnya di 20 desa/kelurahan yang menjadi lokus,” ucapnya.
Ia pun menambahkan, perlunya Rencana kegiatan intervensi gizi yang terintegrasi terhadap penurunan stunting, disepakati oleh lintas sektor dan dimuat dalam RKPD/Rencana kerja perangkat daerah.
“Hasil kegiatan Rembuk Stunting ini menjadi dasar gerakan penurunan stunting melalui integrasi program/kegiatan yang dilakukan antar perangkat daerah sebagai penanggung jawab layanan dan partisipasi masyarakat,”sebutnya.
Bupati Jeneponto dua periode berharap, rencana intervensi dari semua untuk dimasukan di RKPD dan dari rembuk aksi III ini menjadi dasar kita lakukan dalam rangka penurunan stunting.
Sementara, Ketua TP PKK Jeneponto, Hj, Hamsiah Iksan, mengatakan dimana hari ini kita mengadakan rembuk terintegrasi dengan dinas atau OPD terkait. Disini kira berperan aktif apalagi TP KKN merupakan Duta Stunting, sehingga kita berperan sampai ditingkat desa dan kelurahan.
“Otomatis kita di Tim PKK berperan dalam membasmi stunting ini, utamanya bagaimana mengerakan masyarakat pada kader kader pada khususnya, kader posyandu untuk aktif posyandu melihat ibu ibu hamil,”ungkap Duta Stunting Jeneponto itu.
Saat ini TP PKK terus berupaya dan melakukan berbagai hal dalam kegiatan pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Jeneponto dengan peran melaui kader kader di posyandu.
(Firmansyah)











