SERANG – Tokoh Muda Banten yang menjabat Sekertaris ARDIN (Asosiasi Rekanan dan Distributor Indonesia) Pusat, Syarifudin Salwani menilai Menteri BUMN Erick Thohir harus memahami suasana kebatinan masyarkat luas, mengangkat musisi Abdee ‘Slank’ sebagai komisaris PT Telkom Indonesia.
Syarfudin mengatakan, Erick semestinya paham bahwa masyarakat sedang dalam kondisi sulit di tengah pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. “Menurut saya, Pak Erick Thohir itu kurang berpikir komprehensif, tidak memahami situasi batin masyarakat yang sekarang ini sedang terdampak Covid, di mana masyarakat kita banyak di-PHK, banyak juga mengalami kesulitan-kesulitan ekonomi,” kata Syarifudin yang juga menjabat Bendahara DPW PKB Banten saat diwawancarai di ruang kerjanya DPW PKB Provinsi Banten, Selasa (01/6/2021).
Menurut Syarifudin, beragam tanggapan publik di media sosial mempertanyakan keputusan Erick mengangkat Abdee sebagai Komisaris Telkom karena Abdee dinilai tidak memiliki latar belakang yang sesuai dengan profil perusahaan telekomunikasi itu.
“Publik menganggap itu tidak perlu, tidak ada urgensinya, tidak ada signfikansinya, pentingnya apa sih? Karena tidak sesuai dengan situasi yang ada, kata Syarifudin.
Apalagi menurut Syarifudin, Telkom memiliki sejumlah tantangan untuk memenuhi harapan publik, khususnya di tengah kondisi pandemi Covid-19. Misalnya dengan menyediakan jaringan untuk daerah-daerah yang sulit terjangkau agar dapat menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh atau menggerakan roda perekonomian masyarakat bawah.
Oleh karena itu, Syarifudin menekankan, seorang Komisaris yang dipilih semestinya punya kompetensi untuk mendorong kinerja perusahaan agar mencapai target-target yang ditetapkan.
“Paling tidak disitu didudukan orang-orang yang punya kapasitas, artinya mereka-mereka yang entah ilmuan di bidang IT atau orang-orang yang kompeten, karena kita sekarang ini negara ini butuh orang-orang yang (punya) inovasi,” kata dia.
Seperti diketahui, pengangkatan Abdee sebagai Komisaris Telkom menambah panjang daftar pendukung dan relawan Jokowi yang mendapat jabatan Komisaris. Orang-orang yang mendapat amanah menjadi komisaris untuk konsen bekerja dan belajar untuk BUMN, kalian itu di gaji dari uang rakyat jangan sampai kemarahan publik menjadi-jadi pungkas Syarifudin sambil menutup wawancara.
(Bagindo Yakub)











